Selasa, 24 April 2018

Pameran buku Islami 2018 (IBF)

Untuk kedua kalinya IBF menggunakan JCC sebagai ajang pameran. Dengan pengalaman tahun lalu, alhamdulillah secara tata letak  stan , panggung utama dan mushola jauh lebih baik. Memang karena hanya 5 hari( biasanya 10 hari). Ajang pameran penuh sesak pengunjung yang tidak ingin terlewatkan pameran tahunan ini. Berarti minat membeli buku bangsa Indonesia meningkat(moga minat membaca juga meningkat y).
Di pameran kali ini, kehadiran 2 tamu Istimewa, dua dai kondang yaitu Ustad Adi Hidayat dan Ustad Abdus Shomad. Antusias masyarakat yang ingin mendengar beliau berdua sangat luar biasa. Walaupun tampil di jam kerja, tidak menghalangi masyarakat untuk hadir mendengarkan.  
Alhamdulillah bisa hadir di hari terakhir, dengan budget yg pas pasan :). Akhirnya cari buku yg 5.000an dan 10.000an :). Di stan Pustaka Al Kautsar digelar buku murah. Karna murah jadi penuh sesak pengunjung yang gak ingin kehabisan. Mungkin karna saya datang di hari terakhir, sepertinya buku buku bagusnya sebagian besar sudah lenyap.  Alhamdulillah disini dapat lima buku dengan harga miring :). Buku motivasi bisnis, pendidikan anak, sejarah Yahudi di Indonesia dan 180 kumpulan kisah penuh hikmah. 
Target selanjutnya, cari buku bacaan anak anak, karna bukunya kebanyakan full colour dengan kualitas kertas yang lebih baik. Harganya pun juga :). 
Alhamdulillah dapat 1 buku di stan Pustaka Al Kautsar. 
Kemudian tujuan terakhir, mencari buku dengan tema parenting dan metode menghafal Quran. Alhamdulillah dapat juga di Stan Aqwam. 
Dan harapannya, moga bukunya bisa dibaca semua(tentunya juga dipraktikkan) sebelum IBF 2019 datang. 
Sampai jumpa di IBF 2019. :)

Minggu, 25 Maret 2018

Penyakit Hati dan Obatnya (Ustad Adi Hidayat)

Berikut beberaap hal yang bisa kami catat dalam kajian Ustad Adi Hidayat mengenai Penyakit hati dan obatnya. Seperti biasa, ustad menjabarkan ayat ayat Quran yang menjelaskan mengenai tema tersebut.

Quran surat dan ayat: 
15:28
95:4
22:5
2 :233
2: 168
17:85
91: 7-10
3:185
2: 2-5
12: 53
66:6
7:179
2:44
96:1-2
4:116-119
2:36
2:34
18:50
2:10

Obat hati
13:28
2:151-152
15:9
54:17,22,32,40
4:103
7:205
20:14
29:45
17:78-80
73:1-20

Kemudian beliau mulai membedah satu persatu dalil Al Quran tersebut. Pertama, Manusia terdiri dari ruh dan jasad. Dalam proses penciptaan manusia, yang pertama kali terbentuk ialah fisik (15:28). Kemudian Allah swt meniupkan ruh ke dalam jasad/fisik manusia.

Pembagiannya sebagai berikut:
Ruh : Sumber langsung dari allah swt
Fisik: ada ikhtiyar manusia

Ruh bersumber dari Allah swt. Zat sumber segala kebaikan. Maka apa yang Allah swt langsung sampaikan (yaitu ruh) merupakan kebaikan. Dan puncak dari kebaikan disebut taqwa.
Fisik manusia diciptakan Allah swt, namun dalam proses tumbuh kembangnya ada ikhtiar manusia.(misal janin menyerap makanan yang di asup oleh ibu)  dan manusia tidak semuanya baik. Maka fisik memiliki potensi Fujur.
Gabungan ruh dan jasad kemudian disebut Nafs

Berikut ringkasannya:
Ruh: taqwa
Fisik: Fujur/Nafsu

Kemudian beliau menjelaskan bahwa tempat taqwa dan fujur ialah Qalbun(hati). Dinamakan "Qalbun" karna hati memiliki sifat terbolak balik. Terbolak balik dalam fujur dan taqwa. Karena hati/qalbun memiliki sifat tersebut. Maka Syaiton sebagai musuh nyata manusia, selalu meniupkan was was ke dalam hati manusia. 
Kemudian ustad sedikit membahas mengenai syaiton. Beliau menjelaskan didalam QS Albaqarah ayat 30-35 bagaimana Iblis tidak mau menaati perintah Allah swt untuk bersujud kepada Adam as. Jadi disini dijelaskan bahwa iblis ialah makhluk yang durhaka kepada Allah swt. Kemudian Iblis dendam kepada adam as. Maka iblis bersumpah untuk menggoda manusia agar durhaka kepada Allah swt. Disinilah kemudian Iblis dimasukkan kedalam golongan syaiton. Jadi pengertian syaiton ialah makhluk yang mengajak kedurhakaan kepada Allah swt. manusia. 
Was was yang dihembuskan syaiton kemudian menjadi penyakit hati. 
Obat hati yang sakit:
1.berdzikir kpd Allah
2. Shalat malam
3. Membaca dan menghafal Al Quran
4. Perbanyak shalat


Selasa, 06 Februari 2018

Generasi Shalahuddin

Tulisan ini merupakan rangkuman atau catatan yang bisa saya tangkap ketika membaca buku Generasi shalahuddin dalam pembebasan Al Quds karya Dr. Majid Irsan Al Kilani. Beliau menyusun desertasi mengenai proses kelahiran generasi Shalahudin. 
Menarik dari tulisan beliau, tak banyak membahas kehidupan Shalahuddin. Dan yang paling penting, titik tekan dari buku ini ialah Shalahuddin dengan segala kelebihannya merupakan "juru bicara" yang harus tampil dalam periode satu generasi. Nah bagaimana "generasi Shalahuddin" ini bisa dilahirkan, inilah yang menjadi pembahasan panjang dalam buku ini. 
Nama Shalahuddin bisa dibilang sudah begitu tenar dan digandrungi dari masa ke masa. Namun Shalahuddin merupakan satu dari suatu generasi yang telah di"lahir"kan. 
Nah siapa yang melahirkan generasi tersebut dan bagaimana "cara" generasi tersebut dilahirkan. Di buku ini dibahas dengan pendekatan sejarah yang begitu kompleks dan pemilihan "bahasa" yang menarik dan kekinian.
Pertama penulis membahas bahwa kejatuhan/kebobrokan umat Islam saat itu yg melanda  hampir di seluruh negeri muslim. Sebelum ekspansi pasukan salib ke Yerusalem yg membunuh lebih dari tujuh puluh ribu penduduknya dalam 1 pekan. Umat Islam benar-benar dalam kondisi terpuruk. Sebagaimana yang dikisahkan oleh Imam Al Ghazali pada magnum opusnya "Ihya Ulumuddin". Para Sultan yang lebih peduli pada burung peliharaannya daripada rakyatnya yang mati kelaparan. Ulama-ulama yg sibuk " berdebat" dalam hal yang remeh dan formalitas belaka. Ahli sufi yang hanya mementingkan penampilan yang lusuh dan compang camping tapi hatinya dipenuhi kenikmatan dunia. Fanatisme mahzab yang melanda para penuntut ilmu hingga ilmu yg dipelajarinya tak bermanfaat untuk masyarakat disekitarnya. Para ahlul Quran yang sangat hati-hati dalam pelafadhan makhraj tapi tak mau memahami kandungan Al Quran dan mengamalkannya. Padahal tujuan Al Quran merupakan petunjuk kehidupan bagi manusia. Menurut beliau, Kondisi tersebut terangkum oleh banyak ahli sejarah pada saat itu dan sudah menjasi rahasia umum. 
Kemudian penulis mencoba menggali dan memetakan pengobatan atas penyakit penyakit yang menggerogoti umat. Hal yang utama menurut penulis yang harus diobati ialah ulama. Ulama merupakan fondasi dalam struktur sosial masyarakat. Ulama bagai dokter yang akan memberi resep bagi masyarakat yang sakit. Jika ulamanya sakit kemana lagi umat harus berobat. Inilah kemudian yang dilakukan Al Ghazali bersama rekan rekannya, memperbaiki institusi pendidikan ulama, sehingga memiliki orientasi visi dan misi yang jelas. 
Kemudian setelah periode Imam Al Ghazali, tampil kemudian Syaikh Abdul Qadir Al Jilani, Syaikh Al Jilani meneruskan gerakan pembaharuan yang dibangun dimasa Al Ghazali. Syaikh Al Jilani membangun madrasah di Ibukota(Baghdad) pada saat itu dan menjadi pusat gerakan pembaharuan. Darisinilah lahir Tokoh tokoh yang menjadi katalisator perebutan Al Quds bersama dinasti Zanki. Syaikh Al Jilani menjadikan madrasahnya menjadi pusat bagi madrasah cabang yang menyebar dipelosok negeri pada waktu. Didalam madrasahnyalah kemudian digembleng para thulab untuk mengisi pos pos yang harus diemban umat di semua lini kehidupan. 

Selasa, 28 November 2017

Cinta

Cinta
Maafkan aku yang belum bisa menjadi suami shalih yang membawa ke dalam Ridho NYA
Menjadi ayah teladan dalam mengasuh anak anak kita
Kaupun bercerita
Diawal masa perkenalan kita
Ingin hidup bersama sehidup sesurga
Tapi memang jalan ini semakin terjal melanda
Namun langkah tak boleh berhenti begitu saja
Karna ikrar Mitsaqan Ghalizah tuk menjadi sakinah mawaddah warahmah

Kamis, 16 November 2017

Urgensi Sirah Nabawiyah

Dalam kurikulum Pendidikan Nasional saat ini. Pendidikan Siroh Nabawiyah masih sangat terbatas dlm hal pengkajian, materi dan kuantitas jam belajar. Padahal kalau kita lihat Masa keemasan Peradaban Islam, Sirah sudah diajarkan di masa kanak kanak. Bahkan dikalangan "aktivis dakwah" modern skalipun, masih banyak yg blm memahami lbh "dalam" Sirah Nabawiyah.
Ini menjadi PR bersama, wabil khusus orang-orang yang bergelut dalam dunia pergerakan. Sirah Nabawiyah harus menjadi menu utama dalam proses pengkaderan. Agar kader dakwah punya paradigma yang jelas dan visi misi yang terarah.
Ataupun didalam kehidupan keluarga. Orangtua harus sedini mungkin menanamkan nilai nilai Sirah kepada anaknya. Dan yang paling penting seperti pepatah arab menyebutkan "takkan bisa memberi orang yang tak punya". Maka wajib bagi orangtua untuk menggali nilai nilai Sirah Nabawiyah.

Selasa, 17 Oktober 2017

Doa dalam menghadapi urusan

اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو فَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ

"Ya Allah, hanya rahmat-Mu yang aku harapkan, maka janganlah Engkau menyerahkan aku kepada diriku sendiri meski hanya sekejap mata dan perbaikilah seluruh urusanku. Tiada Ilah Yang berhak disembah selain Engkau." (HR. Abu Dawud no. 5090, Ahmad no. 27898 Ibnu Hibban. Dihassankan oleh Syaikh Syuaib Al-Arnauth dan Al-Albani dalam Shahih al-Jami' no. 3388)

Rabu, 23 Agustus 2017

Harapan

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

Amal Jariyah dan Ilmu yang bermanfaat, mungkin hanya sedikit orang yang mampu menunaikannya.
Pun hanya sederet nama yg bisa kenang dalam Sejarah Islam dlm Amal Jariyah dan Ilmu. Namun doa anak yang shalih menjadi kesempatan bagi setiap orang. Anak  menjadi sebuah amanah dan Investasi akhirat yang tak ternilai. sebagai Amanah maka akan dipertanggung Jawabkan ditiap detiknya di Yaumil Hisab. Namun sbg Investasi maka akan menjadi "kejutan" bagi Orangtua. akankah menjadi Penolong atau peggiring ke Azab neraka.
Menjadi renungan bagi Orangtua tuk selalu luruskan niat, dan berbenah agar kelak kita bisa tersenyum kala Anak kita menjadi penolong di akhirat kelak.

Mengenai Saya

Foto saya
Hamba yang penuh dosa. Berharap ampunan Nya.