sebersit keinginan tuk meninggalkan jejak kebaikan. butiran ilmu. dan goresan kenangan. Karna hidup tak kan abadi. Namun cita dan karya bergelut melewati zaman.
Selasa, 24 April 2018
Pameran buku Islami 2018 (IBF)
Minggu, 25 Maret 2018
Penyakit Hati dan Obatnya (Ustad Adi Hidayat)
Selasa, 06 Februari 2018
Generasi Shalahuddin
Selasa, 28 November 2017
Cinta
Cinta
Maafkan aku yang belum bisa menjadi suami shalih yang membawa ke dalam Ridho NYA
Menjadi ayah teladan dalam mengasuh anak anak kita
Kaupun bercerita
Diawal masa perkenalan kita
Ingin hidup bersama sehidup sesurga
Tapi memang jalan ini semakin terjal melanda
Namun langkah tak boleh berhenti begitu saja
Karna ikrar Mitsaqan Ghalizah tuk menjadi sakinah mawaddah warahmah
Kamis, 16 November 2017
Urgensi Sirah Nabawiyah
Dalam kurikulum Pendidikan Nasional saat ini. Pendidikan Siroh Nabawiyah masih sangat terbatas dlm hal pengkajian, materi dan kuantitas jam belajar. Padahal kalau kita lihat Masa keemasan Peradaban Islam, Sirah sudah diajarkan di masa kanak kanak. Bahkan dikalangan "aktivis dakwah" modern skalipun, masih banyak yg blm memahami lbh "dalam" Sirah Nabawiyah.
Ini menjadi PR bersama, wabil khusus orang-orang yang bergelut dalam dunia pergerakan. Sirah Nabawiyah harus menjadi menu utama dalam proses pengkaderan. Agar kader dakwah punya paradigma yang jelas dan visi misi yang terarah.
Ataupun didalam kehidupan keluarga. Orangtua harus sedini mungkin menanamkan nilai nilai Sirah kepada anaknya. Dan yang paling penting seperti pepatah arab menyebutkan "takkan bisa memberi orang yang tak punya". Maka wajib bagi orangtua untuk menggali nilai nilai Sirah Nabawiyah.
Selasa, 17 Oktober 2017
Doa dalam menghadapi urusan
اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو فَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ
"Ya Allah, hanya rahmat-Mu yang aku harapkan, maka janganlah Engkau menyerahkan aku kepada diriku sendiri meski hanya sekejap mata dan perbaikilah seluruh urusanku. Tiada Ilah Yang berhak disembah selain Engkau." (HR. Abu Dawud no. 5090, Ahmad no. 27898 Ibnu Hibban. Dihassankan oleh Syaikh Syuaib Al-Arnauth dan Al-Albani dalam Shahih al-Jami' no. 3388)
Rabu, 23 Agustus 2017
Harapan
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)
Amal Jariyah dan Ilmu yang bermanfaat, mungkin hanya sedikit orang yang mampu menunaikannya.
Pun hanya sederet nama yg bisa kenang dalam Sejarah Islam dlm Amal Jariyah dan Ilmu. Namun doa anak yang shalih menjadi kesempatan bagi setiap orang. Anak menjadi sebuah amanah dan Investasi akhirat yang tak ternilai. sebagai Amanah maka akan dipertanggung Jawabkan ditiap detiknya di Yaumil Hisab. Namun sbg Investasi maka akan menjadi "kejutan" bagi Orangtua. akankah menjadi Penolong atau peggiring ke Azab neraka.
Menjadi renungan bagi Orangtua tuk selalu luruskan niat, dan berbenah agar kelak kita bisa tersenyum kala Anak kita menjadi penolong di akhirat kelak.

