Jumat, 01 Januari 2016

Akal pikiran adalah penjara paling Sempit

Akal Pikiran Adalah Penjara Paling Sempit

Al-Imam Abul Qasim Hibatullah bin Al-Hasan bin Manshur Ath-Thabari Al-Lalika’i rahimahullah (wafat 418 Hijriah) mengkisahkan:

“Ada dua orang Khawarij yang sedang thawaf di Ka’bah, lalu salah satu dari keduanya berkata kepada temannya: “Tidak ada yang masuk surga dari semua makhluk ini selain aku dan kamu saja”.

Temannya bertanya kepadanya (dengan penuh keheranan): “Surga yang luasnya seluas langit dan bumi dibangun hanya untuk aku dan kamu saja?”

Temannya menjawab: “Iya”.

Maka temannya itu berkata (dengan jengkel atas pemahaman yang sempit tersebut): “Kalau begitu untuk kamu saja!” Dan ia-pun meninggalkan pemikiran Khawarij.”

[Syarah Ushul I’tiqad Ahlis Sunnah Wal Jama’ah 8/ 1307]

Lucu, sedih, miris, tragis dan berbagai perasaan lainnya campur jadi satu membaca kisah diatas..

Sungguh Bahaya Merasa Paling Benar Sendiri Seakan Surga Milik Pribadi dan Kelompoknya Saja..

Terlalu banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang memerintahkan kita untuk membuka telinga, mata dan hati atau akal pikiran, serta mencela siapa saja yang menutup telinga, mata dan hati atau akal pikirannya..

Masihkan kita memilih untuk terpenjara oleh akal pikiran kita yang sempit..?!

Sabtu, 08 Agustus 2015

Dua Guru Bangsa

Sebuah bincang tentang 4 orang murid Syaikhana Cholil Bangkalan yang akan jadi tonggak dakwah Indonesia. Dari 4 orang murid Syaikhana Cholil itu, NU, Muhammadiyah, MIAI dan Masyumi terpondasi.

1. Awal 1900-an 4 murid tamatkan pelajarannya pada Kyai Cholil di Bangkalan Madura. Menyeberangi selat, 2 ke Jombang, 2 ke Semarang.

2. Dua murid yang ke Jombang, 1 dibekali cincin (kakek Cak Nun), 1 lagi KH Romli (ayah KH Mustain Romli) dibekali pisang mas.

3. Dua murid yang ke Semarang; Hasyim Asy'ari & Muhammad Darwis, masing masing diberi kitab untuk dingajikan pada Kya Soleh Darat.

4. Kyai Soleh Darat adalah ulama terkemuka, ahli nawawu, ahli tafsir, ahli falak; keluarga besar RA Kartini mengaji pada beliau. Bahkan atas masukan Kartini-lah, Kyai Soleh Darat menerjemahkan Al Quran ke dalam bahasa Jawa agar bisa difahami.

5. Pada Kyai Soleh Darat, Hasyim dan Darwis (yang kemudian berganti nama jadi Ahmad Dahlan) belajar tekun dan rajin, lalu 'diusir'. Kedua sahabat itu; Hasyim Asy'ari dan Ahmad Dahlan diperintahkan Kyai Soleh Darat segera ke Mekkah untuk melanjutkan belajar.

6. Setiba di Mekkah, keduanya nan cerdas menjadi murid kesayangan Imam Masjidil Haram, Syaikh Ahmad Khatib Al Minangkabawi. Tampaklah kecenderungan Hasyim yang sangat mencintai hadits, sementara Ahmad Dahlan tertarik bahasan pemikiran dan gerakan Islam.

7. Tentu riwayat jalan berilmu mereka panjang. Saya akan melompat pada kepulangan mereka ketanah air & gerakan nan dilakukan.

8. Hasyim Asy'ari pulang ke Jombang. Disana kakek Cak Nun (yang maafkan saya terlupa namanya) menantinya penuh rindu. Kakek Cak Nun nan 'sakti' inilah yang menaklukkan kawasan rampok dan durjana bernama Tebuireng untuk didirikan pesantren.

9. Hasyim Asy'ari dia mohon agar mulai berkenan mulai mengajar disitu. Beliau membuka pengajian 'Shahih Al Bukhari' disana.

10. Fahamlah kita, satu satunya orang yang bisa bujuk Gus Dur keluar istana saat impeachment dulu ya Cak Nun. Ini soal nasab.

11. Saat disuruh mundur orang lain, Gus Dur biasanya jawab: "saya kok disuruh mundur, maju aja susah, harus dituntun!". Tapi Cak Nun tidak menyuruhnya mundur. Kata beliau "Gus, koen wis wayahe munggah pangkat!" Sudah saatnya naik jabatan!"..

12. KH Romli Tamim yang juga di Jombang mendirikan pesantren di Rejoso, kelak jadi pusat Thariqoh Al Mu'tabarah yang disegani.

13. Kembali ke Hadratusy Syaikh Hasyim Asy'ari, CATAT INI: beliaulah orang yang menjadikan pengajian hadist penting & terhormat. Sebelum Hadratusy Syaikh memulai ponpes Tebuireng-nya dengan kajian Shahih Al Bukhari, umumnya ponpes cuma ajarkan tarekat.

14. Tebuireng makin maju, santri berdatangan dari seluruh nusantara. Hubungan baik terjalin dengan Kyai Hasbullah, Tambakberas. Putra Kyai Hasbullah, Abdul Wahab kelak jadi pendiri organisasi Islam terbesar yang dinisbatkannya pada Hadratusy Syaikh: NU. Konon selama KH Abdul Wahab Hasbullah dalam kandungan, ayahnya mengkhatamkan alquran 100 kali diperdengarkan pada si janin.

15. Tebuireng juga berhubungan baik dengan KH Bisyri Syamsuri Denanyar. Abdul Wahid Hasyim menikahi putri beliau (ibu Gus Dur).

16. KH Bisyri Syansuri juga beriparan dengan KH Abdul Wahab Hasbullah. Inilah segitiga pilar NU; Tambakberas - Tebuireng - Denanyar.

17. Satu waktu ada santri Hadratusy Syaikh melapor, dari Yogyakarta ada gerakan yang ingin memurnikan agama & aktif beramal usaha. "O kuwi Mas Dahlan", ujar Hadratusy Syaikh "Ayo padha disokong"!". Itu Mas Dahlan, ayo kita dukung sepenuhnya.

18. KH Ahmad Dahlan sang putra penghulu keraton itu amat bersyukur. Beliau kirimkan hadiah. Hubungan kedua keluarga makin akrab.

19. Sampai generasi ke-4, putra putri Tebuireng yang kuliah di Yogya selalu kos di keluarga KH Ahmad Dahlan Kauman (Gus Dur juga).

20. Sebagai bentuk dukungan pada perjuangan KH Ahmad Dahlan, Hadratusy Syaikh menulis kitab 'Munkarat Maulid Nabi wa Bida'uha', bagi Hadratusy Syaikh, itu banyak bid'ah & mafsadatnya. UNIK: satu satunya Kyai NU yang tidak diperingati HAUL nya ya beliau.

21. Ketika akhirnya gesekan makin sering terjadi antara anggota Muhammadiyah vs kalangan pesantren, Hadratusy Syaikh turun tangan. "Kita & Muhammadiyah sama. Kita Taqlid Qauli(mengambil PENDAPAT 'ulama Salaf'), mereka Taqlid Manhaji (mengambil METODE)".

22. Tetapi dipelopori KH Abdul Wahab Hasbullah, para murid menghendaki kalangan pesantren pun terorganisasi baik. NU berdiri. Direstui Hadratusy Syaikh, Abdul Wahab Hasbullah & rekan berangkat ke Mekkah menghadap raja Saudi sampaikan aspirasi Madzhab. Kepulangan mereka disambut Hadratusy Syaikh dengan syukur sekaligus meminta untuk terus bekerjasama dengan Muhammadiyah.

23. Atas prakarsa Hadratusy Syaikh, KH Mas Mansur -Muhammadiyah- & tokoh lain, terbentuklah Majlisul Islam A'la Indunisiya (MIAI). (yang kemudian berubah menjadi Masyumi -red)

Sumber : Ustad Salim A fillah

Ilmu dan Kasih Sayang

Doa malaikat pemikul arasy...
"wahai Rabb kami, sungguh ilmu dan kasih sayangmu meluasi
segala sesuatu.."
[surat ghafir: 7..] renungkanlah ayat ini..
ilmu hendaknya selalu disertai kasih sayang..
agar memberi pesona keindahan..
kasih sayang kepada manusia..
agar mereka mendapat hidayah.. Syaikhul Islam ibnu Taimiyah berkata..
ahlussunnah adalah yang paling mengetahui kebenaran...
dan paling sayang kepada manusia.. namun...
ketika ilmu tidak disertai kasih sayang..
lisan seringkali menjadi tajam..
vonis seringkali menjadi tujuan..
mata pun jeli melihat kesalahan..
baginya sifat lembut adalah kehinaan.. sikap arogan dianggap keperkasaan..
Allahul Musta'an.. Utsman bin Affan berkata..
penyakit umat ini adalah..
orang orang yang lisannya suka mencela..
dan mencari cari aib manusia.. Ditulis oleh Ustadz Badrussalam, Lc MENEBAR DAKWAH ~ 
BAARAKALLAHU FIYKUM





Minggu, 28 Juni 2015

untukmu sobat

Kadang - kadang sahabat yang suka traktir kita makan, bukan kerana mereka berkelebihan tapi karena mereka meletakkan persahabatan melebihi uang..... Kadang - kadang sahabat yang rajin bekerja, bukan karena mereka sok pandai tapi karena mereka memahami akan tanggung jawab....... Kadang - kadang sahabat yang memohon maaf dulu setelah pertengkaran bukan karena mereka salah tapi karena mereka menghargai orang di sekeliling mereka...... Kadang - kadang yang sukarela membantu kita, bukan kerana mereka berhutang apa-apa tapi karena mereka lihat kita sebagai seorang sahabat...... Kadang-kadang sahabat atau saudara yang selalu SMS DAN WA anda, bukan kerana mereka gk ada kerjaan tapi karena mereka INGAT PADA ANDA....... Satu hari, kita semua akan terpisah, kita akan terkenang obrolan dan impian yang pernah ada. 
Hari berganti hari, bulan, tahun, hingga hubungan ini menjadi asing........ Satu hari anak2 kita akan melihat foto2 kita dan bertanya? "Siapa mereka semua itu?"..... Dan kita tersenyum dengan air mata yang tidak kelihatan karena hati ini terusik dengan kata yang sayu, lalu berkata, "DENGAN MEREKALAH ADA HARI YANG PALING INDAH DALAM HIDUP SAYA." TERIMA KASIH SAUDARAKU.. Ustadz Badrusalam

Sepucuk Surat untuk Sahabatku

Seorang sahabat pernah mengirimkan sebuah pesan yang penuh makna. Isi pesan itu adalah:
.
"Sahabat, dengarkanlah sejenak..
.
Diriwayatkan, bahwa: Apabila penghuni Surga telah masuk ke dalam Surga, lalu mereka tidak menemukan sahabat-sahabat mereka yang selalu bersama mereka dahulu di dunia, mereka bertanya tentang sahabat mereka itu kepada Allah Subhaanahu wa ta'ala ..
.
"Yaa Rabb.. Kami tidak melihat sahabat-sahabat kami yang sewaktu di Dunia, Shalat bersama kami, Puasa bersama kami dan berjuang bersama kami,"
.
Maka Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:
.
"Pergilah ke neraka, lalu keluarkan sahabatmu yang di hatinya ada Iman walaupun hanya sebesar dzarrah." (HR. Ibnul Mubarak dalam kitab "Az-Zuhd")
.
Al-Hasan Al-Bashri berkata, "Perbanyaklah Sahabat-sahabat Mu'min-mu, karena Mereka memiliki Syafa'at pada hari kiamat."
.
Ibnul Jauzi pernah berpesan kepada Sahabat-sahabatnya sambil menangis,
.
"Jika kalian tidak menemukan aku nanti di surga bersama kalian, maka bertanyalah kepada Allah ta'ala tentang aku, "Wahai Rabb Kami.. Hamba-Mu fulan, sewaktu di dunia selalu mengingatkan kami tentang ENGKAU. Maka masukkanlah dia bersama kami di Surga-Mu."
.
Sahabatku.. Mudah-mudahan dengan ini, aku telah Mengingatkanmu Tentang Allah ta'ala ..Agar aku dapat besamamu kelak di Surga & meraih Ridha-Nya..
.
Aku memohon kepada-Mu.. Karuniakanlah kepadaku Sahabat-Sahabat yang selalu mengajakku untuk Tunduk, patuh & Taat kepada Syariat-Mu..
.
Kekalkanlah persahabatan kami hingga kami bertemu di akhirat nanti dengan-Mu.. Amiin... .
(Cuplikan kajian Ustadz Badru Salam Lc, -hafidzahullah-)

Ikhtiar Ikhtiar ketika sakit

Ada seorang dokter membuka klinik di Tanah Suci.
Selama 6 bulan praktek, tidak ada seorang pasienpun yang datang untuk berobat. Hingga beliau merasa heran, apakah orang-orang di sini tidak pernah sakit? Akhirnya beliau temukan jawabannya. Bila kami sakit, ikhtiar pertama yg kami lakukan ialah shalat dua rakaat, dan memohon kesehatan kpd Allah. In syaa Allaah sembuh dengan ijin dan kasih sayangNya. Kalau belum sembuh, kami lakukan cara ke-dua. Yaitu baca Al Fatihah/ surat2 lain, tiupkan pada air dan minum.
Dan alhamdulillaah kami akan sehat. Tapi kalau belum sehat juga, kami lakukan ikhtiar yg ke-tiga. Yaitu bersedekah, dengan niat mendapatkan pahala kebaikan, & dijadikan jalan penyembuh sakit kami. In syaa Allah akan sembuh. Kalau tidak sembuh juga, kami akan tempuh ikhtiar yg ke-empat. Yaitu banyak2 istighfar, untuk bertaubat. 
Sebab, Nabi صل الله عليه وسلم beritahu kami, bahwa sakit adalah salah satu sebab diampuninya dosa2. Kalau belum sembuh juga, baru kami lakukan ikhtiar yg ke-lima. Yaitu madu dan habbatussauda. Ikhtiar yg ke-enam yaitu dengan mengonsumsi herbal, seperti bawang putih, buah tin, zaitun, kurma, dan lain-lain, seperti disebut dalam Al Qur'an. Dan, alhamdulillaah. Laa haulaa wa laa quwwataa illaa billaah. Di sini, kami pasti, dan pasti akan sembuh... tanpa ikhtiar ke-tujuh yaitu pergi ke dokter. 
Doa sakit... اَللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ البَاسَ، اِشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, hilangkanlah sakit ini, sembuhkanlah, Engkaulah As-Syafi (Sang Penyembuh), tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit.

HR. Bukhari 5675 dan Muslim 2191.

Minggu, 14 Juni 2015

Jangan biarkan semua pintu tertutup !!!

Jangan Biarkan Semua Pintu Tertutup !
Imam Ahmad menceritakan sebuah kisah :
Suatu saat aku melewati sebuah jalan, tiba-tiba ada seorang perampok mencuri barang milik orang dan di lain waktu aku melihat orang yang sama, perampok tersebut, sedang sholat di masjid, kemudian aku pergi kepadanya dan berkata : apa yang anda lakukan (mencuri) tidak layak untuk anda lakukan di hadapan Tuhan-mu, Allah tidak akan menerima sholatmu sedangkan itu pekerjaanmu ?!
Maka pencuri tersebut menjawab : wahai Imam ! Antara Allah dan diriku, banyak sekali pintu yang sudah tertutup, aku berharap masih ada satu pintu yang aku sisakan terbuka bagiku.
Beberapa bulan kemudian aku menunaikan ibadah haji, ketika aku sedang tawaf mengelilingi ka’bah, aku melihat seseorang bergantung di tali-tali ka’bah sambil berkata : Ya Allah ! Aku bertaubat kepadamu dan tidak akan kembali berbuat maksiat kepada-Mu !
Maka aku perhatikan orang yang bertaubat dan kembali kepada Allah tadi, ternyata itu pencuri yang dahulu pernah aku jumpai.
Aku berkata dalam hati : ia sisakan satu pintu dalam keadaan selalu terbuka antara dirinya dan Allah maka sebagai balasannya, Allah bukakan baginya semua pintu kebaikan.
Hikmahnya :
Janganlah engkau menutup semua pintu yang menghubungkan antara dirimu dan Allah, walaupun engkau banyak berbuat maksiat kepada-Nya. Semoga pintu yang satu ini sebagai pembuka bagi pintu-pintu kebaikan bagi dirimu.
By: Ustadz Abu Sa'ad

Mengenai Saya

Foto saya
Hamba yang penuh dosa. Berharap ampunan Nya.