Mata air di dalam bumi, adalah kehidupan bagi tanaman, sedangkan air mata yang jatuh di pipi (karena penyesalan atas dosa. -pent) adalah kehidupan bagi hati” (Ibnul Jauzi)
sebersit keinginan tuk meninggalkan jejak kebaikan. butiran ilmu. dan goresan kenangan. Karna hidup tak kan abadi. Namun cita dan karya bergelut melewati zaman.
Kamis, 11 Juni 2015
Sabtu, 16 Mei 2015
Masihkan? - Ustad Salim A Fillah
الله <- Masihkah nama itu menggetarkan hatimu? Membuatnya lamat-lamat mengidung dzikir & melirihkan doa; saat berdiri, duduk, & berbaring?
الله <- Masihkah nama itu menggetarkan hatimu? Dan kalamNya yang mesra syahdu mengukuhkan jiwamu menghadapi segala yang durjana & palsu?
الله <- Masihkah nama itu menggetarkan hatimu? Menghanyutkan hati dalam sebanjir rindu? Menenggelamkan akal dalam segelombang renung haru?
الله <- Masihkah nama itu menggetarkan hatimu? Mengalikan kebahagiaannya sampai tak terhingga? Membagi kegalauannya sampai tak bersisa?
الله <- Masihkah nama itu menggetarkan hatimu? Menambah iman yakinnya hingga utuh & penuh? Mengurangi syak ragunya hingga tertapis habis?
الله <- Masihkah nama itu menggetarkan hatimu? Menjadikannya terjaga bercekam takut, tergugah gerisik harap, tergerak oleh debar cinta?
الله <- Masihkah nama itu menggetarkan hatimu? Membuat teguh berkebenaran walau dikecewakan dunia & berani berjuang suci meski tersunyi?
الله <- Masihkah nama itu mnggetarkan hatimu? Membuat lisanmu kuasa mewartakan kebenaranNya, tangan & kakimu kuat menebar kebajikanNya?
الله<- Masihkah nama itu menggetarkan hatimu? Mengoyak batin dan menyergapkan malu atas dusta & dosa, khianat & maksiat, leceh & lucah?
Sabtu, 09 Mei 2015
Taatnya Lelaki - Ustad Felix Siauw
semakin taat seorang lelaki, maka semakin merunduk kepalanya | menjaga matanya dari semua yang tak pantas dan menghantar dosa
bertambah dekatnya dia pada Allah, semakin lembut santun lisannya | khawatir yang diucapkan tak pantas, dia lebih banyak diam dari bicara
bila saat memahami ayat Allah, matanya terjaga tak mudah lelah | bila berdakwah di jalan Allah, lisannya merangkai ayat nan indah
lelaki yang mengingat akhirat, lebih banyak memuji Allah dari manusia | lelaki yang sadarkan kiamat, lebih mencari ridha Allah dari manusia
lelaki yang mejaga dirinya dari dosa, akan bersemangat dalam takwa | memenuhi dirinya dengan persiapan, agar dapat membimbing keluarganya
lelaki taat tak pernah mengajak maksiat, berdua-duaan lelaki-wanita | taat itu tak bisa ditawar, dia tahu maksiat takkan berujung bahagia
dan bila engkau temukan lelaki yang kasar kotor lisannya | yakinlah dia bukan orang yang dekat dengan Tuhannya
dan bila engkau temukan lelaki yang mengajak maksiat | yakinlah besok engkau yang akan mendapat laknat
sesungguhnya ketaatan itu adalah kepada Allah | tapi kebaikannya bisa terasa kepada sesama manusia :)
bertambah dekatnya dia pada Allah, semakin lembut santun lisannya | khawatir yang diucapkan tak pantas, dia lebih banyak diam dari bicara
bila saat memahami ayat Allah, matanya terjaga tak mudah lelah | bila berdakwah di jalan Allah, lisannya merangkai ayat nan indah
lelaki yang mengingat akhirat, lebih banyak memuji Allah dari manusia | lelaki yang sadarkan kiamat, lebih mencari ridha Allah dari manusia
lelaki yang mejaga dirinya dari dosa, akan bersemangat dalam takwa | memenuhi dirinya dengan persiapan, agar dapat membimbing keluarganya
lelaki taat tak pernah mengajak maksiat, berdua-duaan lelaki-wanita | taat itu tak bisa ditawar, dia tahu maksiat takkan berujung bahagia
dan bila engkau temukan lelaki yang kasar kotor lisannya | yakinlah dia bukan orang yang dekat dengan Tuhannya
dan bila engkau temukan lelaki yang mengajak maksiat | yakinlah besok engkau yang akan mendapat laknat
sesungguhnya ketaatan itu adalah kepada Allah | tapi kebaikannya bisa terasa kepada sesama manusia :)
Minggu, 03 Mei 2015
Kultwit Ustad Salim - #Lelaki
#Lelaki :
·
Lelaki
terindah di mata wanita bukanlah yang paling tampan; tapi yang bisa membuatnya
merasa tercantik di dunia.
·
Lelaki
tergagah di hati wanita bukan yang paling kekar ototnya; tapi yang mampu
mendengar, memahami dan mengerti curahan hatinya.
·
Lelaki
terkaya bagi wanita, bukan yang terbanyak hartanya; tapi dia yang pandai
bersyukur dan mengungkapkan terimakasih padanya.
·
Lelaki
tershalih bagi wanita, bukan yang sekedar banyak ilmu agama dan rajin
ibadahnya; tapi juga yang paling mulia akhlaqnya.
·
Lelaki
terhebat bagi wanita, bukanlah yang mampu membelikan segalanya; tapi yang ada
di sisi; setia dalam tangis dan tawanya.
·
Lelaki
tercinta bagi wanita; dia yang prasangka tak mengalahkan budi pekertinya; yang
kemarahan tak mengunci pintu maafnya.
#Wanita :
·
Wanita
tercantik bagi pria terbaik; bukanlah yang paling jelita; tapi dia yang jika
dipandang memberi tenang; surgapun terbayang.
·
Wanita
terkuat bagi pria semangat bukanlah yang merasa hebat; tapi yang menundukkan
diri dengan ibadat, menempatkan diri dalam taat.
·
Wanita
terdahsyat bagi pria, bukan yang pesonanya memukau banyak mata; tapi yang siap
jadi madrasah cinta bagi anak-anaknya.
·
Wanita
paling kukuh di kehidupan pria, bukan yang tak pernah menangis; tapi senyumnya
meneguhkan; airmatanya pengingat taqwa.
·
Wanita
paling bermakna bagi pria bahagia; dia yang kala berpisah menenangkan, kala
berjumpa menggelorakan, tiap masa saling menguatkan.
·
Wanita
terkaya di hati pria bukan yang bertumpuk harta; tapi yang ridha pada halal
semata; qana'ahnya jadi simpanan tak fana.
#Lelaki dan
#Wanita :
·
Pria-Wanita
paling sakinah bukan yang tak pernah bersengketa; tapi awal-awal yang saling
terjaga dari dosa karena kehadiran pasangannya.
·
Pria-Wanita
paling sakinah bukan yang tak pernah tergoda di luar sana; tetapi yang bertekad
bahwa cuma pada yang halal cinta dilabuhkan.
·
Pria-Wanita
paling sakinah bukan yang sama diamnya; tapi yang membangun tautan hati; kadang
bicara tanpa kata, mengerti tanpa menanti.
·
Pria-Wanita
paling sakinah tak hanya tentram kala bersama; tapi jua kala berpisah; saling
menitip pada Allah, saling percaya karenaNya.
·
Pria-Wanita
paling mawaddah tak hanya mencintai dengan caranya; tapi belajar selalu wujud
cinta macam apa yang diharapkan pasangannya.
·
Pria-wanita
paling mawaddah tak merasa telah mengenal pasangannya; baginya sepanjang hidup
ialah ta'aruf yang menyediakan kejutan indah.
·
Pria-wanita
paling mawaddah menerima pasangan apa adanya, tanpa menghalangi saling
menguatkan tuk menjadi semakin baik di bilangan hari.
Jumat, 01 Mei 2015
Touring Part 3
Moga sehat slalu :)
kembali ingin share pengalaman Touring Part 3,
Manusia merancang rencana, sedangkan Allah swt menyempurnakan rencana kita
Yang diawal banyak yang ingin ikut, akhirnya tersisa empat orang ajah deh
Berangkat pukul 23, alhamdulillah sampai Sukabumi sekitar jam 2 Malam (ngantuk ngantuk sedap :)
cari cari penginapan, gak ada yang cocok harganya (padahal gak punya duit) hehehe.
akhirnya nemu tempat gratis (dimasjid pastinya)
Sekitar shubuh berjamaah capcus ke TKP, alhamdulillah baru jalan beberapa menit, eh motor yudho mogok heheh, jadi bisa istirahat sebentar + sarapan
kita sampai sekitar pukul 11 siang (dari jam 10 malam sampe jam 11 siang), brarti skitar 12 jam perjalanan. melelahkan tapi seneng juga sih (coz cuma duduk manis)
Lanjut menikmati pantai ujung genteng yang eksotis :)
setelah puas menikmati indahnya pantai ujung genteng, besoknya kita lanjut menikmati curug cikaso
![]() |
| menyebrangi sungai |
![]() |
| LANJUT PULANG :) |
![]() |
| moga bisa touring lagi |
LAPORAN KEUANGAN
2.2.1.1 Definisi Laporan Keuangan
Menurut
Ikatan Akuntan Indonesia (2011 : 1), “laporan keuangan adalah suatu penyajian
terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja suatu entitas”.
Sedangkan
menurut Harahap
(2010 : 105), “laporan keuangan menggambarkan kondisi keuangan dan hasil usaha
suatu perusahaan pada saat tertentu atau jangka waktu tertentu”.
Pengertian
laporan keuangan menurut Agnes Sawir
(2005 :
5), “laporan keuangan adalah hasil akhir proses akuntansi.
Setiap transaksi yang dapat diukur dengan nilai uang dicatat dan diolah
sedemikian rupa. Laporan akhir pun disajikan dalam nilai uang”.
Sedangkan
menurut Munawir (2008 : 5), pengertian laporan keuangan adalah “dua daftar yang disusun oleh akuntan pada akhir periode untuk suatu perusahaan. Kedua
daftar itu adalah neraca atau daftar posisi keuangan dan daftar pendapatan atau
daftar laba rugi”.
Berdasarkan definisi di atas dapat
disimpulkan bahwa laporan keuangan adalah suatu laporan yang menggambarkan posisi keuangan perusahaan pada suatu
periode tertentu sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang dilaksanakan
secara konsisten dan merupakan salah satu alat
pertanggungjawaban dan komunikasi kepada pihak-pihak yang membutuhkannya.
2.2.1.2 Tujuan Laporan Keuangan
Tujuan laporan
keuangan menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2011 : 1.5-1.6) adalah :
“memberikan
informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan dan arus kas entitas yang
bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan keuangan dalam
pembuatan keputusan ekonomi. Laporan keuangan juga menunjukkan hasil
pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber daya yang dipercayakan
kepada mereka”.
Kemudian
Dwi Prastowo
(2011 : 5-6), menambahkan bahwa :
“Tujuan laporan keuangan untuk
menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja dan perubahan
posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai
dalam pengambilan keputusan ekonomi. Di mana informasi mengenai posisi keuangan,
kinerja dan perubahan posisi keuangan sangat diperlukan untuk mengevaluasi
kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas serta waktu
kepastian dari hasil tersebut”.
Dalam
rangka mencapai tujuan tersebut, laporan keuangan menyajikan informasi mengenai
entitas yang meliputi : aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan dan beban
termasuk keuntungan dan kerugian, kontribusi dari dan distribusi kepada pemilik
dalam kapasitasnya sebagai pemilik dan arus kas. Informasi tersebut beserta
informasi lain yang terdapat dalam catatan atas laporan keuangan, membantu
pengguna laporan keuangan dalam memprediksi arus kas masa depan dan khususnya
dalam hal waktu dan kepastian diperolehnya kas dan setara kas.
2.2.1.3 Komponen-komponen Laporan Keuangan
Menurut Ikatan Akuntan
Indonesia (2011 : 1.4-1.5), komponen laporan keuangan lengkap terdiri dari :
1.
Laporan posisi keuangan (neraca) pada
akhir periode
Neraca adalah laporan yang sistematis tentang
aktiva, hutang serta modal dari suatu perusahaan pada suatu saat tertentu.
2.
Laporan laba rugi komprehensif selama
periode
Total laba rugi komprehensif adalah perubahan
ekuitas selama 1 (satu) periode yang dihasilkan dari transaksi dan peristiwa
lainnya, selain perubahan yang dihasilkan dari transaksi dengan pemilik dalam
kapasitasnya sebagai pemilik.
3.
Laporan perubahan ekuitas selama periode
Entitas menyajikan laporan perubahan ekuitas yang menunjukkan :
1)
Total laba rugi komprehensif selama suatu periode yang menunjukkan secara
terpisah total jumlah yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk
dan kepada kepentingan non-pengendali.
2)
Untuk tiap komponen ekuitas, pengaruh penerapan retrospektif atau
penyajian kembali secara retrospektif yang diakui sesuai dengan PSAK 25.
3)
Untuk setiap komponen ekuitas, rekonsiliasi antara jumlah tercatat pada
awal dan akhir periode secara terpisah mengungkapkan masing-masing perubahan
yang timbul dari :
(1) Laba
rugi.
(2) Masing-masing pos
pendapatan komprehensif lain.
(3) Transaksi dengan pemilik
dalam kapasitasnya sebagai pemilik yang menunjukkan secara terpisah kontribusi
dari pemilik dan distribusi kepada pemilik dan perubahan hak kepemilikan pada
entitas anak yang tidak menyebabkan hilang pengendalian.
4.
Laporan arus kas selama periode
Informasi arus kas memberikan dasar
bagi pengguna laporan keuangan untuk menilai kemampuan entitas dalam
menghasilkan kas dan setara kas dan kebutuhan entitas dalam menggunakan arus
kas tersebut.
5.
Catatan atas laporan keuangan
Catatan atas laporan keuangan berisi
informasi tambahan atas apa yang
disajikan dalam laporan posisi keuangan, laporan pendapatan
komprehensif, laporan laba rugi terpisah (jika disajikan), laporan perubahan
ekuitas dan laporan arus kas. Catatan atas laporan keuangan memberikan
penjelasan atau rincian dari pos-pos yang disajikan dalam laporan keuangan
tersebut dan informasi mengenai pos-pos yang tidak memenuhi kriteria pengakuan
dalam laporan keuangan.
6.
Laporan posisi keuangan pada awal
periode komparatif yang disajikan ketika entitas menerapkan suatu kebijakan
akuntansi secara retrospektif atau membuat penyajian kembali pos-pos laporan
keuangan atau ketika entitas mereklasifikasi pos-pos dalam laporan keuangannya.
Informasi utama yang
ada dalam laporan posisi keuangan yaitu aset, kewajiban dan ekuitas. Aset yaitu
segala sesuatu yang dikuasai oleh perusahaan, memiliki manfaat ekonomis, dan
berasal dari transaksi pada masa lalu. Kewajiban yaitu segala pengorbanan
ekonomis pada masa mendatang dari hasil transaksi atau kejadian pada saat ini.
Ekuitas yaitu nilai sisa dari aset atau aset dikurangi kewajiban. Informasi
yang ada di dalamnya adalah modal kontribusi atau modal yang berasal dari
setoran pemilik serta saldo laba.
Laporan laba rugi
komprehensif berisi kinerja perusahaan dalam 1 (satu) periode, umumnya selama 1
(satu) tahun. Dalam laporan laba rugi, nilai penjualan atau pendapatan
dikurangi biaya menjadi laba. Secara umum, makin besar labanya, kinerja sebuah
perusahaan dianggap semakin baik. Laporan laba rugi dan neraca disusun
menggunakan prinsip berbasis akrual, yaitu pencatatan disusun berdasarkan pada
saat terjadinya transaksi.
Laporan perubahan
ekuitas merupakan gambaran yang lebih detail dari bagian ekuitas dalam laporan
posisi keuangan. Beberapa akun yang berhubungan antara lain laba/rugi bersih,
saldo akumulasi laba dan transaksi modal pemilik, termasuk dividen.
Laporan arus kas dibagi
menjadi 3 (tiga) bagian, yaitu arus kas operasional, investasi dan pendanaan.
Arus kas operasional mencerminkan kinerja operasional perusahaan dengan
berbasis penerimaan dan pengeluaran kas. Sementara untuk bagian arus kas
investasi dan pendanaan, nilai yang besar atau kecil tidak menunjukkan baik
atau buruknya kinerja perusahaan, melainkan harus dilihat konteksnya terlebih
dahulu.
Catatan atas laporan
keuangan berisi catatan dan penjelasan kualitatif dari laporan keuangan
sebelumnya, termasuk perhitungan-perhitungan yang relevan dengan akun yang disajikan dalam laporan keuangan lain.
Kumpulan informasi yang ada dalam catatan atas laporan keuangan adalah bagian
dari pengungkapan (disclosure) yang
aturannya untuk perusahaan go public diatur
oleh BAPEPAM (Sulistiawan et. al.,
2011 : 5-6).
2.2.1.4 Karakteristik Laporan Keuangan
Terdapat 8 (delapan) karakteristik
laporan keuangan menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2011 : 1.8-1.16) yaitu sebagai berikut :
1.
Penyajian secara wajar dan kepatuhan
terhadap SAK
Laporan keuangan menyajikan secara
wajar posisi keuangan, kinerja keuangan dan arus kas suatu entitas.
Penyajian yang wajar mensyaratkan
penyajian secara wajar dan jujur akan dampak dari transaksi, peristiwa lain dan
kondisi sesuai dengan definisi dan kriteria pengakuan aset, liabilitas,
pendapatan dan beban yang diatur dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian
Laporan Keuangan. Penerapan SAK dengan pengungkapan tambahan jika diperlukan,
dianggap menghasilkan penyajian laporan keuangan secara wajar. Entitas yang
laporan keuangannya telah patuh terhadap SAK membuat pernyataan secara
eksplisit dan tanpa kecuali tentang kepatuhan terhadap SAK dalam catatan atas
laporan keuangan.
2.
Kelangsungan usaha
Dalam menyusun laporan keuangan,
manajemen membuat penilaian tentang kemampuan entitas untuk mempertahankan
kelangsungan usaha. Entitas menyusun laporan keuangan berdasarkan asumsi kelangsungan
usaha, kecuali manajemen bertujuan untuk melikuidasi entitas atau menghentikan
perdagangan atau tidak mempunyai alternatif lain yang realistis selain
melakukannya.
3.
Dasar akrual
Entitas menyusun laporan keuangan
atas dasar akrual, kecuali laporan arus kas. Ketika akuntansi berdasarkan
akrual digunakan, entitas mengakui pos-pos sebagai aset, liabilitas, ekuitas,
penghasilan dan beban (unsur-unsur laporan keuangan) ketika pos-pos tersebut
memenuhi definisi dan kriteria pengakuan untuk unsur-unsur tersebut dalam
kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan.
4.
Materialitas dan agregasi
Entitas menyajikan secara terpisah
kelompok pos sejenis yang material. Entitas menyajikan secara terpisah pos yang
mempunyai sifat atau fungsi berbeda kecuali pos tersebut tidak material.
5.
Saling hapus
Entitas tidak boleh melakukan
saling hapus atas aset dan liabilitas atau penghasilan dan beban, kecuali
disyaratkan atau diizinkan oleh suatu PSAK.
6.
Frekuensi pelaporan
Entitas menyajikan laporan keuangan
lengkap (termasuk informasi komparatif) setidaknya secara tahunan. Jika akhir
periode laporan entitas berubah dan laporan keuangan tahunan disajikan untuk
periode yag lebih panjang atau lebih pendek dari pada periode 1 (satu) tahun
sebagai tambahan terhadap periode cakupan laporan keuangan, maka entitas
mengungkapkan :
1)
Alasan penggunaan periode laporan yang
lebih panjang atau lebih pendek.
2) Fakta
bahwa jumlah yang disajikan dalam laporan keuangan tidak dapat dibandingkan
secara keseluruhan.
7.
Informasi komparatif
Informasi kuantitatif diungkapkan
secara komparatif dengan periode sebelumnya untuk seluruh jumlah yang
dilaporkan dalam laporan keuangan periode berjalan, kecuali dinyatakan lain
oleh SAK. Informasi komparatif yang bersifat naratif dan deskriptif dari laporan
keuangan periode sebelumnya diungkapkan kembali jika relevan untuk pemahaman
laporan keuangan periode berjalan.
8.
Konsistensi penyajian
Penyajian dan klasifikasi pos-pos
dalam laporan keuangan antar periode dilakukan secara konsisten kecuali :
1) Setelah
terjadi perubahan yang signifikan
terhadap sifat operasi entitas atau mengkaji ulang atas laporan keuangan,
terlihat secara jelas bahwa penyajian atau pengklasifikasian yang lain akan
lebih tepat untuk digunakan dengan mempertimbangkan kriteria untuk penentuan
dan penerapan kebijakan akuntansi.
2) Perubahan
tersebut diperkenankan oleh suatu PSAK.
Sabtu, 18 April 2015
Sudah pantaskah aku menjadi makmummu?
Berusaha
bangun di sepertiga malam agar di saat kita bersama aku bisa meraih beribadah
bersamamu di tengah malam yang begitu khusyuk.
Berusaha
membersihkan rumah agar di saat kau kerja, kau ingat akan rumah yang begitu
nyaman untuk tempat menghilangkan lelahmu di bandingkan tempat lain.
Berusaha
melaksanakan sholat duha agar di saat kau kerja, kau di beri perlindungan dan
kelancaran dalam bekerja.
Berusaha
menempuh pendidikan agar penerus kita menjadi anak-anak yang berpendidikan dan
mempunyai sopan santun.
Berusaha
pandai memasak agar kau tidak membeli masakan luar yang belum tentu kualitasnya
baik buat kesehatanmu.
Berusaha
menutup aurat agar kau percaya padaku bahwa aku bisa menjaga diriku apalagi
anak-anak ku saat kau kerja.
Berusaha
taat pada perintahnya agar kau bisa bersamabku masuk surganya.
Berusaha
memberi contoh baik pada sesama, agar aku bisa menjadi contoh baik pada anakku
kelak.
Berusaha
selalu menyayangi orang tuaku agar orang tuanu nyaman dengan kehadiranku dan
bisa menjadi penolong serta pelindung mereka di hari tua esok.
Berusaha
selalu menjaga lisan dan perbuatan, agar kelak orang disekelilingmu tidak
terusik akan kehadiranku.
Berusaha
menjadi istri yang baik buat kamu.
Berusaha
menjadi anak yang baik huat orang tuaku dan orang tuamu.
Berusaha
menjadi ibu yang baik buat anak-anakmu.
Dan
berusaha menjadi saudara yang baik untuk orang-orang disekitarmu.
Kurasa
masih-masih kurang pantas aku menjadi makmummu wahai kau calon penyempurna
agamaku dan ayah dari anakku kelak 😭😭😭
Langganan:
Postingan (Atom)
















