Jumat, 01 Mei 2015

Touring Part 3

Assalamualaikum guys

Moga sehat slalu :)

kembali ingin share pengalaman Touring Part 3,

Manusia merancang rencana, sedangkan Allah swt menyempurnakan rencana kita

Yang diawal banyak yang ingin ikut, akhirnya tersisa empat orang ajah deh



Berangkat pukul 23, alhamdulillah sampai Sukabumi sekitar jam 2 Malam (ngantuk ngantuk sedap :)

cari cari penginapan, gak ada yang cocok harganya (padahal gak punya duit) hehehe.

akhirnya nemu tempat gratis (dimasjid pastinya)


Sekitar shubuh berjamaah capcus ke TKP, alhamdulillah baru jalan beberapa menit, eh motor yudho mogok heheh, jadi bisa istirahat sebentar + sarapan

kita sampai sekitar pukul 11 siang (dari jam 10 malam sampe jam 11 siang), brarti skitar 12 jam perjalanan. melelahkan tapi seneng juga sih (coz cuma duduk manis)


Lanjut menikmati pantai ujung genteng yang eksotis :)











setelah puas menikmati indahnya pantai ujung genteng, besoknya kita lanjut menikmati curug cikaso 






menyebrangi sungai













LANJUT PULANG :)


moga bisa touring lagi 


LAPORAN KEUANGAN

2.2.1.1  Definisi Laporan Keuangan
            Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2011 : 1), “laporan keuangan adalah suatu penyajian terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja suatu entitas”.
            Sedangkan menurut Harahap (2010 : 105), “laporan keuangan menggambarkan kondisi keuangan dan hasil usaha suatu perusahaan pada saat tertentu atau jangka waktu tertentu”.
   Pengertian laporan keuangan menurut Agnes Sawir (2005 : 5), “laporan keuangan adalah hasil akhir proses akuntansi. Setiap transaksi yang dapat diukur dengan nilai uang dicatat dan diolah sedemikian rupa. Laporan akhir pun disajikan dalam nilai uang.
Sedangkan menurut Munawir (2008 : 5), pengertian laporan keuangan adalah “dua daftar yang disusun oleh akuntan pada akhir periode untuk suatu perusahaan. Kedua daftar itu adalah neraca atau daftar posisi keuangan dan daftar pendapatan atau daftar laba rugi.
            Berdasarkan definisi di atas dapat disimpulkan bahwa laporan keuangan adalah suatu laporan yang menggambarkan posisi keuangan perusahaan pada suatu periode tertentu sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang dilaksanakan secara konsisten dan merupakan salah satu alat pertanggungjawaban dan komunikasi kepada pihak-pihak yang membutuhkannya.


2.2.1.2  Tujuan Laporan Keuangan
            Tujuan laporan keuangan menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2011 : 1.5-1.6) adalah :
“memberikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan dan arus kas entitas yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan keuangan dalam pembuatan keputusan ekonomi. Laporan keuangan juga menunjukkan hasil pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber daya yang dipercayakan kepada mereka”.

Kemudian Dwi Prastowo (2011 : 5-6), menambahkan bahwa :
“Tujuan laporan keuangan untuk menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja dan perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi. Di mana informasi mengenai posisi keuangan, kinerja dan perubahan posisi keuangan sangat diperlukan untuk mengevaluasi kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas serta waktu kepastian dari hasil tersebut”.

Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, laporan keuangan menyajikan informasi mengenai entitas yang meliputi : aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan dan beban termasuk keuntungan dan kerugian, kontribusi dari dan distribusi kepada pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik dan arus kas. Informasi tersebut beserta informasi lain yang terdapat dalam catatan atas laporan keuangan, membantu pengguna laporan keuangan dalam memprediksi arus kas masa depan dan khususnya dalam hal waktu dan kepastian diperolehnya kas dan setara kas.
2.2.1.3  Komponen-komponen Laporan Keuangan
Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2011 : 1.4-1.5), komponen laporan keuangan lengkap terdiri dari :
1.        Laporan posisi keuangan (neraca) pada akhir periode
Neraca adalah laporan yang sistematis tentang aktiva, hutang serta modal dari suatu perusahaan pada suatu saat tertentu.  
2.        Laporan laba rugi komprehensif selama periode
Total laba rugi komprehensif adalah perubahan ekuitas selama 1 (satu) periode yang dihasilkan dari transaksi dan peristiwa lainnya, selain perubahan yang dihasilkan dari transaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik.
3.        Laporan perubahan ekuitas selama periode
Entitas menyajikan laporan perubahan ekuitas yang menunjukkan :
1)   Total laba rugi komprehensif selama suatu periode yang menunjukkan secara terpisah total jumlah yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk dan kepada kepentingan non-pengendali.
2)   Untuk tiap komponen ekuitas, pengaruh penerapan retrospektif atau penyajian kembali secara retrospektif yang diakui sesuai dengan PSAK 25.
3)   Untuk setiap komponen ekuitas, rekonsiliasi antara jumlah tercatat pada awal dan akhir periode secara terpisah mengungkapkan masing-masing perubahan yang timbul dari :
(1)      Laba rugi.
(2)      Masing-masing pos pendapatan komprehensif lain.
(3)      Transaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik yang menunjukkan secara terpisah kontribusi dari pemilik dan distribusi kepada pemilik dan perubahan hak kepemilikan pada entitas anak yang tidak menyebabkan hilang pengendalian.
4.        Laporan arus kas selama periode
Informasi arus kas memberikan dasar bagi pengguna laporan keuangan untuk menilai kemampuan entitas dalam menghasilkan kas dan setara kas dan kebutuhan entitas dalam menggunakan arus kas tersebut.
5.        Catatan atas laporan keuangan
       Catatan atas laporan keuangan berisi informasi tambahan atas apa yang   disajikan dalam laporan posisi keuangan, laporan pendapatan komprehensif, laporan laba rugi terpisah (jika disajikan), laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas. Catatan atas laporan keuangan memberikan penjelasan atau rincian dari pos-pos yang disajikan dalam laporan keuangan tersebut dan informasi mengenai pos-pos yang tidak memenuhi kriteria pengakuan dalam laporan keuangan.
6.        Laporan posisi keuangan pada awal periode komparatif yang disajikan ketika entitas menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara retrospektif atau membuat penyajian kembali pos-pos laporan keuangan atau ketika entitas mereklasifikasi pos-pos dalam laporan keuangannya.
Informasi utama yang ada dalam laporan posisi keuangan yaitu aset, kewajiban dan ekuitas. Aset yaitu segala sesuatu yang dikuasai oleh perusahaan, memiliki manfaat ekonomis, dan berasal dari transaksi pada masa lalu. Kewajiban yaitu segala pengorbanan ekonomis pada masa mendatang dari hasil transaksi atau kejadian pada saat ini. Ekuitas yaitu nilai sisa dari aset atau aset dikurangi kewajiban. Informasi yang ada di dalamnya adalah modal kontribusi atau modal yang berasal dari setoran pemilik serta saldo laba.
Laporan laba rugi komprehensif berisi kinerja perusahaan dalam 1 (satu) periode, umumnya selama 1 (satu) tahun. Dalam laporan laba rugi, nilai penjualan atau pendapatan dikurangi biaya menjadi laba. Secara umum, makin besar labanya, kinerja sebuah perusahaan dianggap semakin baik. Laporan laba rugi dan neraca disusun menggunakan prinsip berbasis akrual, yaitu pencatatan disusun berdasarkan pada saat terjadinya transaksi.
Laporan perubahan ekuitas merupakan gambaran yang lebih detail dari bagian ekuitas dalam laporan posisi keuangan. Beberapa akun yang berhubungan antara lain laba/rugi bersih, saldo akumulasi laba dan transaksi modal pemilik, termasuk dividen.
Laporan arus kas dibagi menjadi 3 (tiga) bagian, yaitu arus kas operasional, investasi dan pendanaan. Arus kas operasional mencerminkan kinerja operasional perusahaan dengan berbasis penerimaan dan pengeluaran kas. Sementara untuk bagian arus kas investasi dan pendanaan, nilai yang besar atau kecil tidak menunjukkan baik atau buruknya kinerja perusahaan, melainkan harus dilihat konteksnya terlebih dahulu.
Catatan atas laporan keuangan berisi catatan dan penjelasan kualitatif dari laporan keuangan sebelumnya, termasuk perhitungan-perhitungan yang relevan dengan akun  yang disajikan dalam laporan keuangan lain. Kumpulan informasi yang ada dalam catatan atas laporan keuangan adalah bagian dari pengungkapan (disclosure) yang aturannya untuk perusahaan go public diatur oleh BAPEPAM (Sulistiawan et. al., 2011 : 5-6).

2.2.1.4  Karakteristik Laporan Keuangan
            Terdapat 8 (delapan) karakteristik laporan keuangan menurut Ikatan Akuntan Indonesia  (2011 : 1.8-1.16) yaitu sebagai berikut :
1.        Penyajian secara wajar dan kepatuhan terhadap SAK
Laporan keuangan menyajikan secara wajar posisi keuangan, kinerja keuangan dan arus kas suatu entitas. Penyajian  yang wajar mensyaratkan penyajian secara wajar dan jujur akan dampak dari transaksi, peristiwa lain dan kondisi sesuai dengan definisi dan kriteria pengakuan aset, liabilitas, pendapatan dan beban yang diatur dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan. Penerapan SAK dengan pengungkapan tambahan jika diperlukan, dianggap menghasilkan penyajian laporan keuangan secara wajar. Entitas yang laporan keuangannya telah patuh terhadap SAK membuat pernyataan secara eksplisit dan tanpa kecuali tentang kepatuhan terhadap SAK dalam catatan atas laporan keuangan.
2.        Kelangsungan usaha
Dalam menyusun laporan keuangan, manajemen membuat penilaian tentang kemampuan entitas untuk mempertahankan kelangsungan usaha. Entitas menyusun laporan keuangan berdasarkan asumsi kelangsungan usaha, kecuali manajemen bertujuan untuk melikuidasi entitas atau menghentikan perdagangan atau tidak mempunyai alternatif lain yang realistis selain melakukannya.


3.        Dasar akrual
Entitas menyusun laporan keuangan atas dasar akrual, kecuali laporan arus kas. Ketika akuntansi berdasarkan akrual digunakan, entitas mengakui pos-pos sebagai aset, liabilitas, ekuitas, penghasilan dan beban (unsur-unsur laporan keuangan) ketika pos-pos tersebut memenuhi definisi dan kriteria pengakuan untuk unsur-unsur tersebut dalam kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan.
4.        Materialitas dan agregasi
Entitas menyajikan secara terpisah kelompok pos sejenis yang material. Entitas menyajikan secara terpisah pos yang mempunyai sifat atau fungsi berbeda kecuali pos tersebut tidak material.
5.        Saling hapus
Entitas tidak boleh melakukan saling hapus atas aset dan liabilitas atau penghasilan dan beban, kecuali disyaratkan atau diizinkan oleh suatu PSAK.
6.        Frekuensi pelaporan
Entitas menyajikan laporan keuangan lengkap (termasuk informasi komparatif) setidaknya secara tahunan. Jika akhir periode laporan entitas berubah dan laporan keuangan tahunan disajikan untuk periode yag lebih panjang atau lebih pendek dari pada periode 1 (satu) tahun sebagai tambahan terhadap periode cakupan laporan keuangan, maka entitas mengungkapkan :
1)        Alasan penggunaan periode laporan yang lebih panjang atau lebih pendek.
2)   Fakta bahwa jumlah yang disajikan dalam laporan keuangan tidak dapat dibandingkan secara keseluruhan.
7.        Informasi komparatif
Informasi kuantitatif diungkapkan secara komparatif dengan periode sebelumnya untuk seluruh jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan periode berjalan, kecuali dinyatakan lain oleh SAK. Informasi komparatif yang bersifat naratif dan deskriptif dari laporan keuangan periode sebelumnya diungkapkan kembali jika relevan untuk pemahaman laporan keuangan periode berjalan.
8.        Konsistensi penyajian
Penyajian dan klasifikasi pos-pos dalam laporan keuangan antar periode dilakukan secara konsisten kecuali :
1)   Setelah terjadi  perubahan yang signifikan terhadap sifat operasi entitas atau mengkaji ulang atas laporan keuangan, terlihat secara jelas bahwa penyajian atau pengklasifikasian yang lain akan lebih tepat untuk digunakan dengan mempertimbangkan kriteria untuk penentuan dan penerapan kebijakan akuntansi.

2)   Perubahan tersebut diperkenankan oleh suatu PSAK.

Sabtu, 18 April 2015

Sudah pantaskah aku menjadi makmummu?

Berusaha bangun di sepertiga malam agar di saat kita bersama aku bisa meraih beribadah bersamamu di tengah malam yang begitu khusyuk.

Berusaha membersihkan rumah agar di saat kau kerja, kau ingat akan rumah yang begitu nyaman untuk tempat menghilangkan lelahmu di bandingkan tempat lain.

Berusaha melaksanakan sholat duha agar di saat kau kerja, kau di beri perlindungan dan kelancaran dalam bekerja.

Berusaha menempuh pendidikan agar penerus kita menjadi anak-anak yang berpendidikan dan mempunyai sopan santun.

Berusaha pandai memasak agar kau tidak membeli masakan luar yang belum tentu kualitasnya baik buat kesehatanmu.

Berusaha menutup aurat agar kau percaya padaku bahwa aku bisa menjaga diriku apalagi anak-anak ku saat kau kerja.

Berusaha taat pada perintahnya agar kau bisa bersamabku masuk surganya.

Berusaha memberi contoh baik pada sesama, agar aku bisa menjadi contoh baik pada anakku kelak.

Berusaha selalu menyayangi orang tuaku agar orang tuanu nyaman dengan kehadiranku dan bisa menjadi penolong serta pelindung mereka di hari tua esok.

Berusaha selalu menjaga lisan dan perbuatan, agar kelak orang disekelilingmu tidak terusik akan kehadiranku.

Berusaha menjadi istri yang baik buat kamu.
Berusaha menjadi anak yang baik huat orang tuaku dan orang tuamu.
Berusaha menjadi ibu yang baik buat anak-anakmu.
Dan berusaha menjadi saudara yang baik untuk orang-orang disekitarmu.

Kurasa masih-masih kurang pantas aku menjadi makmummu wahai kau calon penyempurna agamaku dan ayah dari anakku kelak 😭😭😭

Dosa dan Rizki

Pada suatu hari, seorang lelaki datang kepada Imam Hasan Al Bashri. “Sesungguhnya aku”, ujarnya pada Tabi’in agung dari Bashrah itu, “Melakukan banyak dosa. Tapi ternyata rizqiku tetap lancar-lancar saja. Bahkan lebih banyak dari sebelumnya.” Sang Imam tersenyum prihatin. Beliau lalu bertanya, “Apakah semalam engkau qiyamullail wahai Saudara?” “Tidak”, jawabnya heran. “Sesungguhnya jika Allah langsung menghukum semua makhluq yang berdosa dengan memutus rizqinya”, jelas Hasan Al Bashri, “Niscaya semua manusia di bumi ini sudah habis binasa. Sungguh dunia ini tak berharga di sisi Allah walau sehelai sayap nyamukpun, maka Allah tetap memberikan rizqi bahkan pada orang-orang yang kufur kepadaNya.” “Adapun kita orang mukmin”, demikian sambung beliau, “Hukuman atas dosa adalah terputusnya kemesraan dengan Allah, Subhanahu wa Ta’ala.” Inilah rizqi bermesra. Hal yang jauh lebih mahal dari segala kemegahan yang kita banggakan di dunia. 


Selasa, 14 April 2015

Bastion Pelabuhan Muscat - Salim A Fillah


Pelabuhan pernah menjadi pintu-pintu cahaya Allah. Bersebab pedagang-pedagang muslim yang singgah di Bandarnya berakhlaq amat mulia, Maharaja Sri Indrawarman (702-728) dari Kerajaan Sriwijaya menulis pada 'Umar ibn 'Abdil 'Aziz (717-720): "Dari raja-diraja yang adalah putra 1000 raja, yang permaisurinya juga keturunan 1000 raja, yang di kerajaannya mengalir 1000 sungai, di daratannya ada 1000 gunung, & di kandangnya ada 1000 gajah; kepada Raja Arab yang tak menyembah dewa-dewa selain 1 Tuhan saja.

Aku haturkan beberapa hadiah sederhana padamu sebagai tanda persahabatan. Kirimkanlah untuk kami orang-orang yang bisa mengajarkan agamamu.."


Jumat, 20 Maret 2015

Kemesraan dunia dan Keabadian Akhirat - Ustad Salim A Fillah

1) Kekufuran, kejahatan, & maksiat di dunia terasa ramai, penuh kawan, bahkan beperlindungan. Tapi di akhirat; ia kesendirian bersesalan.

2) Hakikat ini termaktub dalam firmanNya; “Maka kami tidak mempunyai pemberi syafa’at. Dan tidak pula teman yang akrab.” {QS26:100-101}

3) Segala kemesraan dunia kan putus di akhirat, “Para kekasih pada hari itu sebagian menjadi musuh bagi sebagian yang lain..” {QS 43: 67}

4) “..Kecuali orang-orang bertaqwa.” {QS43:67}, yang saling cinta karena Allah, dengan cara nan diridhai Allah, demi mencari ridha Allah.

5) Terdengar jerit insan yang tak taqwa dalam cinta, “Aduhai binasa & celaka aku, andai tak kuambil Fulan sebagai kekasihku..” {QS25:28}

6) Adapun iman, taat, & kebajikan; walau terasa sunyi & sendiri; ia ikatan yang meriah & indah. Tersambung kita melintasi tempat & zaman.

7) Kemesraan yang kan abadi itu ialah; “Wahai Rabb kami, ampunilah kami & SAUDARA-SAUDARA yang MENDAHULUI kami dengan iman..” {QS59:10}

8) Dan kita mohon pada Allah agar menjaga kebersihannya, “Dan jangan jadikan di hati kami sesak dendam kepada sesama mukmin..” {QS59:10}

9) Sungguh kebersamaan dalam taqwa tidaklah mudah tuk hawa nafsu kita yang cenderung pada suka-suka, enak-enak, lalai, & menunda taatnya.

10) Kemesraan ukhrawi di dunia jadi berat sebab penuh nasehat; kawan taqwa takkan segan meluruskan yang bengkok, membetulkan yang keliru.

11) Maka “Sabarlah pada dirimu membersamai orang-orang yang menyeru pada Rabbnya pada pagi & petang semata mengharap ridhaNya.” {QS18:28}

12) Ukhuwah memang tak meniadakan masalah; ia mendampinginya agar indah. “Hanyasanya mukmin itu bersaudara, maka damaikanlah..” {QS49:10}

13) Inilah cara menjaga diri dalam kebaikan, “Hai insan-insan beriman, bertaqwalah pada Allah & bersamailah orang-orang benar.” {QS9:119}

14) Demikian bedanya kemesraan semu nan berujung sesal & seteru; dengan kebersamaan taqwa yang meski berkendala, kan sampai jua ke surga.

15) Ia mimbar cahaya, dicemburui Nabi & syuhada’. Bahkan walau di dunia sempat dicekam dendam, iman kelak mempertemukan dalam kenikmatan.

16) Yakni “Dan Kami cabut segala dendam di hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara, duduk berhadapan di atas dipan-dipan.” {QS15:47}

17) Hakikat maksiat sunyi, sesal, & seteru, walau kini mesra, semarak, & syahdu. Taat itu nikmat & hangat nanti, walau kini gerah & sepi.

Minggu, 15 Maret 2015

Api Tauhid - Catatan Keagungan Cinta Sang Mujaddid

Ingin mengulas sedikit dari karya indah Kang Abik, “Api Tauhid”. Novel sejarah ini berkisah tentang ulama besar di Abad 20 M, yaitu Syaikh Badiuzzaman Said Nursi. Di kala Islam dinistakan muncullah waliyullah yang akan membela agama ini. Beliau hidup dikala nur ilahiyah dibumi melemah. Dimana daulah Utsmani sebagai benteng terakhir kekuasaan Islam di cabik cabik oleh musuh-musuh Allah swt. Secara pribadi saya belum begitu mengenal sosok Ulama ini. Saya lebih mengenal Hasan Al banna, Sayyid Qutb, Muhammad Abduh, Rasyid Ridho. Jamaluddin Al Afghani, Abu Hasan an Nadwi, Umar Muchtar, Ahmad Dahlan, Hasyim Asya’ri(semoga Allah swt meridhoi mereka semua).  Alhamdulillah novel ini mampu mengkisahkan dengan sangat brilian, meminjam kata dari Bpk Taufik Kasturi Dekan Psikologi UMS, bahwa “sejarah yang merupakan pengalaman masa lalu (mati) dalam novel ini menjadi hidup kembali (living history), memberikan ibrah luar biasa”.

Dalam novel ini juga dipadu dengan kisah para pemuda yang menuntut ilmu. Dan tak lupa kisah cinta yang romantis dan bikin gregeran di endingnya J. Sebuah keajaiban cinta yang suci.

Ada beberapa hikmah yang bisa saya ambil dari novel ini. Pertama, Allah swt akan memberikan rasa nikmat yang penuh berkah hanya pada suatu yang halal, artinya jika manusia sudah menikmati yang haram, rasa berkah pada hal tsb akan Allah swt cabut. Kemudian, sesakit apapun, luka dan perih yang disebabkan cinta. Maka obat mujarabnya ialah dengan Thullabun Ilmu dan Al Quran.

Novel ini menjadi inspirasi bagi siapapun yang ingin mencintai jalan ilmu, kebenaran dan ingin hidup bersama Al Quran.



Mengenai Saya

Foto saya
Hamba yang penuh dosa. Berharap ampunan Nya.