sebersit keinginan tuk meninggalkan jejak kebaikan. butiran ilmu. dan goresan kenangan. Karna hidup tak kan abadi. Namun cita dan karya bergelut melewati zaman.
Sabtu, 18 April 2015
Sudah pantaskah aku menjadi makmummu?
Berusaha
bangun di sepertiga malam agar di saat kita bersama aku bisa meraih beribadah
bersamamu di tengah malam yang begitu khusyuk.
Dosa dan Rizki
Pada suatu hari,
seorang lelaki datang kepada Imam Hasan Al Bashri. “Sesungguhnya aku”, ujarnya
pada Tabi’in agung dari Bashrah itu, “Melakukan banyak dosa. Tapi ternyata
rizqiku tetap lancar-lancar saja. Bahkan lebih banyak dari sebelumnya.” Sang
Imam tersenyum prihatin. Beliau lalu bertanya, “Apakah semalam engkau
qiyamullail wahai Saudara?” “Tidak”, jawabnya heran. “Sesungguhnya jika Allah
langsung menghukum semua makhluq yang berdosa dengan memutus rizqinya”, jelas
Hasan Al Bashri, “Niscaya semua manusia di bumi ini sudah habis binasa. Sungguh
dunia ini tak berharga di sisi Allah walau sehelai sayap nyamukpun, maka Allah
tetap memberikan rizqi bahkan pada orang-orang yang kufur kepadaNya.” “Adapun
kita orang mukmin”, demikian sambung beliau, “Hukuman atas dosa adalah
terputusnya kemesraan dengan Allah, Subhanahu wa Ta’ala.” Inilah rizqi
bermesra. Hal yang jauh lebih mahal dari segala kemegahan yang kita banggakan
di dunia.
Selasa, 14 April 2015
Bastion Pelabuhan Muscat - Salim A Fillah
Pelabuhan pernah menjadi pintu-pintu cahaya Allah. Bersebab pedagang-pedagang muslim yang singgah di Bandarnya berakhlaq amat mulia, Maharaja Sri Indrawarman (702-728) dari Kerajaan Sriwijaya menulis pada 'Umar ibn 'Abdil 'Aziz (717-720): "Dari raja-diraja yang adalah putra 1000 raja, yang permaisurinya juga keturunan 1000 raja, yang di kerajaannya mengalir 1000 sungai, di daratannya ada 1000 gunung, & di kandangnya ada 1000 gajah; kepada Raja Arab yang tak menyembah dewa-dewa selain 1 Tuhan saja.
Aku haturkan beberapa hadiah sederhana padamu sebagai tanda persahabatan. Kirimkanlah untuk kami orang-orang yang bisa mengajarkan agamamu.."
Jumat, 20 Maret 2015
Kemesraan dunia dan Keabadian Akhirat - Ustad Salim A Fillah
1) Kekufuran, kejahatan, & maksiat di dunia terasa ramai, penuh kawan, bahkan beperlindungan. Tapi di akhirat; ia kesendirian bersesalan. #m
2) Hakikat ini termaktub dalam firmanNya; “Maka kami tidak mempunyai pemberi syafa’at. Dan tidak pula teman yang akrab.” {QS26:100-101} #m
3) Segala kemesraan dunia kan putus di akhirat, “Para kekasih pada hari itu sebagian menjadi musuh bagi sebagian yang lain..” {QS 43: 67} #m
4) “..Kecuali orang-orang bertaqwa.” {QS43:67}, yang saling cinta karena Allah, dengan cara nan diridhai Allah, demi mencari ridha Allah. #m
5) Terdengar jerit insan yang tak taqwa dalam cinta, “Aduhai binasa & celaka aku, andai tak kuambil Fulan sebagai kekasihku..” {QS25:28} #m
6) Adapun iman, taat, & kebajikan; walau terasa sunyi & sendiri; ia ikatan yang meriah & indah. Tersambung kita melintasi tempat & zaman. #m
7) Kemesraan yang kan abadi itu ialah; “Wahai Rabb kami, ampunilah kami & SAUDARA-SAUDARA yang MENDAHULUI kami dengan iman..” {QS59:10} #m
8) Dan kita mohon pada Allah agar menjaga kebersihannya, “Dan jangan jadikan di hati kami sesak dendam kepada sesama mukmin..” {QS59:10} #m
9) Sungguh kebersamaan dalam taqwa tidaklah mudah tuk hawa nafsu kita yang cenderung pada suka-suka, enak-enak, lalai, & menunda taatnya. #m
10) Kemesraan ukhrawi di dunia jadi berat sebab penuh nasehat; kawan taqwa takkan segan meluruskan yang bengkok, membetulkan yang keliru. #m
11) Maka “Sabarlah pada dirimu membersamai orang-orang yang menyeru pada Rabbnya pada pagi & petang semata mengharap ridhaNya.” {QS18:28} #m
12) Ukhuwah memang tak meniadakan masalah; ia mendampinginya agar indah. “Hanyasanya mukmin itu bersaudara, maka damaikanlah..” {QS49:10} #m
13) Inilah cara menjaga diri dalam kebaikan, “Hai insan-insan beriman, bertaqwalah pada Allah & bersamailah orang-orang benar.” {QS9:119} #m
14) Demikian bedanya kemesraan semu nan berujung sesal & seteru; dengan kebersamaan taqwa yang meski berkendala, kan sampai jua ke surga. #m
15) Ia mimbar cahaya, dicemburui Nabi & syuhada’. Bahkan walau di dunia sempat dicekam dendam, iman kelak mempertemukan dalam kenikmatan. #m
16) Yakni “Dan Kami cabut segala dendam di hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara, duduk berhadapan di atas dipan-dipan.” {QS15:47} #m
17) Hakikat maksiat sunyi, sesal, & seteru, walau kini mesra, semarak, & syahdu. Taat itu nikmat & hangat nanti, walau kini gerah & sepi. #m
2) Hakikat ini termaktub dalam firmanNya; “Maka kami tidak mempunyai pemberi syafa’at. Dan tidak pula teman yang akrab.” {QS26:100-101} #m
3) Segala kemesraan dunia kan putus di akhirat, “Para kekasih pada hari itu sebagian menjadi musuh bagi sebagian yang lain..” {QS 43: 67} #m
4) “..Kecuali orang-orang bertaqwa.” {QS43:67}, yang saling cinta karena Allah, dengan cara nan diridhai Allah, demi mencari ridha Allah. #m
5) Terdengar jerit insan yang tak taqwa dalam cinta, “Aduhai binasa & celaka aku, andai tak kuambil Fulan sebagai kekasihku..” {QS25:28} #m
6) Adapun iman, taat, & kebajikan; walau terasa sunyi & sendiri; ia ikatan yang meriah & indah. Tersambung kita melintasi tempat & zaman. #m
7) Kemesraan yang kan abadi itu ialah; “Wahai Rabb kami, ampunilah kami & SAUDARA-SAUDARA yang MENDAHULUI kami dengan iman..” {QS59:10} #m
8) Dan kita mohon pada Allah agar menjaga kebersihannya, “Dan jangan jadikan di hati kami sesak dendam kepada sesama mukmin..” {QS59:10} #m
9) Sungguh kebersamaan dalam taqwa tidaklah mudah tuk hawa nafsu kita yang cenderung pada suka-suka, enak-enak, lalai, & menunda taatnya. #m
10) Kemesraan ukhrawi di dunia jadi berat sebab penuh nasehat; kawan taqwa takkan segan meluruskan yang bengkok, membetulkan yang keliru. #m
11) Maka “Sabarlah pada dirimu membersamai orang-orang yang menyeru pada Rabbnya pada pagi & petang semata mengharap ridhaNya.” {QS18:28} #m
12) Ukhuwah memang tak meniadakan masalah; ia mendampinginya agar indah. “Hanyasanya mukmin itu bersaudara, maka damaikanlah..” {QS49:10} #m
13) Inilah cara menjaga diri dalam kebaikan, “Hai insan-insan beriman, bertaqwalah pada Allah & bersamailah orang-orang benar.” {QS9:119} #m
14) Demikian bedanya kemesraan semu nan berujung sesal & seteru; dengan kebersamaan taqwa yang meski berkendala, kan sampai jua ke surga. #m
15) Ia mimbar cahaya, dicemburui Nabi & syuhada’. Bahkan walau di dunia sempat dicekam dendam, iman kelak mempertemukan dalam kenikmatan. #m
16) Yakni “Dan Kami cabut segala dendam di hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara, duduk berhadapan di atas dipan-dipan.” {QS15:47} #m
17) Hakikat maksiat sunyi, sesal, & seteru, walau kini mesra, semarak, & syahdu. Taat itu nikmat & hangat nanti, walau kini gerah & sepi. #m
Minggu, 15 Maret 2015
Api Tauhid - Catatan Keagungan Cinta Sang Mujaddid
Ingin mengulas
sedikit dari karya indah Kang Abik, “Api Tauhid”. Novel sejarah ini berkisah
tentang ulama besar di Abad 20 M, yaitu Syaikh Badiuzzaman Said Nursi. Di kala
Islam dinistakan muncullah waliyullah yang akan membela agama ini. Beliau hidup
dikala nur ilahiyah dibumi melemah. Dimana daulah Utsmani sebagai benteng
terakhir kekuasaan Islam di cabik cabik oleh musuh-musuh Allah swt. Secara
pribadi saya belum begitu mengenal sosok Ulama ini. Saya lebih mengenal Hasan
Al banna, Sayyid Qutb, Muhammad Abduh, Rasyid Ridho. Jamaluddin Al Afghani, Abu
Hasan an Nadwi, Umar Muchtar, Ahmad Dahlan, Hasyim Asya’ri(semoga Allah swt
meridhoi mereka semua). Alhamdulillah
novel ini mampu mengkisahkan dengan sangat brilian, meminjam kata dari Bpk
Taufik Kasturi Dekan Psikologi UMS, bahwa “sejarah yang merupakan pengalaman
masa lalu (mati) dalam novel ini menjadi hidup kembali (living history),
memberikan ibrah luar biasa”.
Dalam novel ini
juga dipadu dengan kisah para pemuda yang menuntut ilmu. Dan tak lupa kisah
cinta yang romantis dan bikin gregeran di endingnya J. Sebuah keajaiban cinta yang
suci.
Ada beberapa
hikmah yang bisa saya ambil dari novel ini. Pertama, Allah swt akan memberikan
rasa nikmat yang penuh berkah hanya pada suatu yang halal, artinya jika manusia
sudah menikmati yang haram, rasa berkah pada hal tsb akan Allah swt cabut.
Kemudian, sesakit apapun, luka dan perih yang disebabkan cinta. Maka obat
mujarabnya ialah dengan Thullabun Ilmu dan Al Quran.
Novel ini
menjadi inspirasi bagi siapapun yang ingin mencintai jalan ilmu, kebenaran dan
ingin hidup bersama Al Quran.
Sabtu, 14 Februari 2015
FUTUHAT - Ustad Salim A Fillah
FUTUHAT "Kami adalah kaum yang dibangkitkan Allah; untuk membebaskan manusia, dari:
1) Penghambaan kepada sesama makhluq, menuju peribadahan pada Khaliq semata.
2) Sempitnya dunia, menuju luasnya akhirat.
3) Kezhaliman agama-agama, menuju keadilan Islam." Jawaban indah ini jadi syi'ar; mulai Sa'd ibn Abi Waqqash sang panglima besar, Al Mughirah ibn Syu'bah sang komandan lapangan, hingga Ribi' ibn Amir si prajurit kecil; di hadapan Rustum, panglima Persia. Maka "tangan Allah bersama jama'ah". Jika Musa yang berkata "Inna ma'iya Rabbi sayahdin" dibelahkan laut untuknya; pasukan Sa'd ibn Abi Waqqash bergandeng tangan menyeberangi Dajlah dengan karamah yang membuat musuh terperangah.. Tiga nilai Futuhat ini, selama dijaga; jadilah ia da'wah yang mencahayai semesta.
Ketika ia tak dijaga di Andalusia; saat raja-rajanya berrebut memperbudak kulit putih & rambut pirang; kekuasaan 7 abad di sana tak membawakan ruh dakwah. Bebangunan menjulang, tapi orang melihatnya sebagai lambang penjajahan. Saat kuasanya rapuh, tergulunglah muslimin tanpa sisa.
Empat abad lamanya pula, muslim Mughal memerintah 3/4 India. Tapi seperti ditangisi Aurangzab Alamghir tentang Syah Jahan ayahnya; ketika cinta pada 1 perempuan mengorbankan 30.000 budak yang dibunuh sebakda diperas tenaganya untuk Taj Mahal serta 3 tahun kas negara bangkrut & pajak dipungut paksa demi pembangunannya.. Apa kiranya; hanya 10% kaum muslimin tersisa di tanahnya hari ini.
AlhamduliLlaah. Negeri ini diasasi berkah da'wah para Wali & Sultan Demak. Kesultanan yang mampu mengerahkan 300 kapal untuk berjihad melawan Portugis di Malaka; tapi bahkan sisa Istananya tak ditemukan.. Sebab Sultannya bersahaja. Tempat tinggalnya tak jauh beda dengan rakyatnya. Tunduk pada Syuraa para 'Ulama di Masjidnya. Mudah dijumpai oleh rakyatnya.
Ia menjadi kontras dengan Majapahit yang sudah bobrok tapi tetap bermewah para pejabatnya.
Allaahu Akbar. Hanya 3 generasi Kesultanan ini memerintah. Tapi dakwahnya sampai ke Cirebon, Banten, Banjar, Palembang, Luwuk, Bima, Ternate, & Tidore.
Semoga Allah merahmati Sultan 'Abdul Fattah, Sultan Fathi Yunus, & Sultan Trenggana. Mereka telah meletakkan dasar Futuhat Nusantara..
1) Penghambaan kepada sesama makhluq, menuju peribadahan pada Khaliq semata.
2) Sempitnya dunia, menuju luasnya akhirat.
3) Kezhaliman agama-agama, menuju keadilan Islam." Jawaban indah ini jadi syi'ar; mulai Sa'd ibn Abi Waqqash sang panglima besar, Al Mughirah ibn Syu'bah sang komandan lapangan, hingga Ribi' ibn Amir si prajurit kecil; di hadapan Rustum, panglima Persia. Maka "tangan Allah bersama jama'ah". Jika Musa yang berkata "Inna ma'iya Rabbi sayahdin" dibelahkan laut untuknya; pasukan Sa'd ibn Abi Waqqash bergandeng tangan menyeberangi Dajlah dengan karamah yang membuat musuh terperangah.. Tiga nilai Futuhat ini, selama dijaga; jadilah ia da'wah yang mencahayai semesta.
Ketika ia tak dijaga di Andalusia; saat raja-rajanya berrebut memperbudak kulit putih & rambut pirang; kekuasaan 7 abad di sana tak membawakan ruh dakwah. Bebangunan menjulang, tapi orang melihatnya sebagai lambang penjajahan. Saat kuasanya rapuh, tergulunglah muslimin tanpa sisa.
Empat abad lamanya pula, muslim Mughal memerintah 3/4 India. Tapi seperti ditangisi Aurangzab Alamghir tentang Syah Jahan ayahnya; ketika cinta pada 1 perempuan mengorbankan 30.000 budak yang dibunuh sebakda diperas tenaganya untuk Taj Mahal serta 3 tahun kas negara bangkrut & pajak dipungut paksa demi pembangunannya.. Apa kiranya; hanya 10% kaum muslimin tersisa di tanahnya hari ini.
AlhamduliLlaah. Negeri ini diasasi berkah da'wah para Wali & Sultan Demak. Kesultanan yang mampu mengerahkan 300 kapal untuk berjihad melawan Portugis di Malaka; tapi bahkan sisa Istananya tak ditemukan.. Sebab Sultannya bersahaja. Tempat tinggalnya tak jauh beda dengan rakyatnya. Tunduk pada Syuraa para 'Ulama di Masjidnya. Mudah dijumpai oleh rakyatnya.
Ia menjadi kontras dengan Majapahit yang sudah bobrok tapi tetap bermewah para pejabatnya.
Allaahu Akbar. Hanya 3 generasi Kesultanan ini memerintah. Tapi dakwahnya sampai ke Cirebon, Banten, Banjar, Palembang, Luwuk, Bima, Ternate, & Tidore.
Semoga Allah merahmati Sultan 'Abdul Fattah, Sultan Fathi Yunus, & Sultan Trenggana. Mereka telah meletakkan dasar Futuhat Nusantara..
Sabtu, 10 Januari 2015
cintamu pada kami Ya Rasul - Ustad Salim A Fillah
1) Apa kiranya perasaan Ash Shiddiq saat Nabiﷺ bersabda, "Andai kuambil kekasih di antara insan; pasti kujadikan Abu Bakr sebagai Khalilku"?
2) Apa kiranya perasaan 'Umar, saat dia berpamit 'umrah & Nabiﷺ bersabda padanya, "Jangan lupakan kami dalam doamu duhai saudara tersayang"?
3) Apa kiranya perasaan 'Utsman saat membekali pasukan Tabuk & Nabiﷺ bersabda, "Tiada bahayakan 'Utsman apapun yang ia lakukan setelah ini"?
4) Apa kiranya perasaan 'Ali kala Nabiﷺ bersabda, "Hanyasanya kedudukanmu di sisiku laksana Harun di sisi Musa, tapi tiada Nabi sesudahku"?
5) Apa kiranya perasaan Thalhah saat Nabiﷺ bersabda, "Siapa yang ingin melihat syahid yang masih berjalan di atas bumi, lihatlah Thalhah"?
6) Apa kiranya perasaan Az Zubair saat RasuluLlahﷺ bersabda, "Setiap Nabi memiliki Hawari, dan Hawariku adalah Zubair ibn Al 'Awwam"?
7) Apa kiranya perasaan Abu 'Ubaidah saat Nabiﷺ bersabda, "Setiap ummat memiliki Amin, dan orang kepercayaan ummat ini adalah Abu 'Ubaidah"?
8) Apa kiranya perasaan 'Abdurrahman ibn 'Auf saat dirinyalah dimaksud oleh sabda Nabiﷺ kepada Khalid ibn Al Walid, "Jangan cela sahabatku..
9) ..Demi Allah andai kalian berinfak emas seberat gunung Uhud; hal itu takkan menyamai shadaqah segenggam atau setengah genggam tepungnya."
10) Apa kiranya perasaan Sa'd ibn Abi Waqqash saat Nabiﷺ bersabda, "Panahlah duhai Sa'd, panahlah! Ayah & Bundaku sebagai tebusan bagimu"?
11) Apa kiranya perasaan Mu'adz ibn Jabal, di saat RasuluLlahﷺ bersabda padanya, "Wahai Mu'adz, demi Allah, aku benar-benar mencintaimu"?
12) Apa kiranya perasaan Ibn 'Abbas, saat Nabiﷺ merengkuh & mencium kepalanya lalu berdoa, "Ya Allah faqihkan dia & ajarkan tafsir padanya"?
13) Apa kiranya perasaan Ubay ibn Ka'b, saat Nabiﷺ berkata padanya, "Allah memerintahkanku tuk membacakan Surat Al Bayyinah ini kepadamu".
14) ..hingga dengan wajah berseri-seri dia bertanya, "Ya RasulaLlah; benarkah Allah menyebut namaku kepadamu?" & Nabiﷺ menjawab, "Benar!"?
15) Apa kiranya perasaan Abu Musa Al Asy'ari, di saat Nabiﷺ bersabda, "Esok datanglah menjumpaiku, aku ingin mendengarkan bacaan Quran-mu"?
16) Apa kiranya perasaan 'Aisyah, saat Nabiﷺ menyebut namanya tanpa ragu di urutan pertama, kala ditanya 'Amr siapakan yang paling dicintai?
17) Apa kiranya perasaan Ibn Mas'ud, kala betis kecilnya ditertawakan; maka Nabiﷺ bersabda, "Betis itu di sisi Allah lebih berat dari Uhud"?
18) Apa kiranya perasaan 'Ukasyah, saat disebut 70.000 orang masuk ke surga tanpa hisab & Nabiﷺ berkata, "Engkau termasuk di antara mereka"?
19) Apa kiranya perasaan Bilal ibn Rabah, saat Nabiﷺ bersabda, "Ceritakan padaku hai Bilal, 'amal apakah yang paling kau jaga dalam Islam..
20) ..sebab sungguh aku mendengar bunyi terompahmu di surga?", lalu dia menjawab tersipu, "Menjaga wudhu' & dua raka'at syukur atas wudhu'"?
21) Apa kiranya perasaan orang-orang Anshar, di kala Nabiﷺ bersabda, "Jika manusia memilih jalan melalui sebuah lembah, sedang kaum Anshar..
22) ..mengambil suatu celah, niscaya aku turut serta di celah yang dilalui para Anshar. Ya Allah rahmatilah Anshar & anak-cucu kaum Anshar"?
23) Apa kiranya perasaan para sahabat semuanya, yang mereka berjumpa Nabiﷺ pada petang & pagi, berjalan mengiringi, beroleh senyum & doanya?
24) Yang lebih penting & jelita dari itu semua; bagaimana dengan kita? Apa kiranya perasaan kita saat kelak bertemu Nabiﷺ & para sahabatnya?
2) Apa kiranya perasaan 'Umar, saat dia berpamit 'umrah & Nabiﷺ bersabda padanya, "Jangan lupakan kami dalam doamu duhai saudara tersayang"?
3) Apa kiranya perasaan 'Utsman saat membekali pasukan Tabuk & Nabiﷺ bersabda, "Tiada bahayakan 'Utsman apapun yang ia lakukan setelah ini"?
4) Apa kiranya perasaan 'Ali kala Nabiﷺ bersabda, "Hanyasanya kedudukanmu di sisiku laksana Harun di sisi Musa, tapi tiada Nabi sesudahku"?
5) Apa kiranya perasaan Thalhah saat Nabiﷺ bersabda, "Siapa yang ingin melihat syahid yang masih berjalan di atas bumi, lihatlah Thalhah"?
6) Apa kiranya perasaan Az Zubair saat RasuluLlahﷺ bersabda, "Setiap Nabi memiliki Hawari, dan Hawariku adalah Zubair ibn Al 'Awwam"?
7) Apa kiranya perasaan Abu 'Ubaidah saat Nabiﷺ bersabda, "Setiap ummat memiliki Amin, dan orang kepercayaan ummat ini adalah Abu 'Ubaidah"?
8) Apa kiranya perasaan 'Abdurrahman ibn 'Auf saat dirinyalah dimaksud oleh sabda Nabiﷺ kepada Khalid ibn Al Walid, "Jangan cela sahabatku..
9) ..Demi Allah andai kalian berinfak emas seberat gunung Uhud; hal itu takkan menyamai shadaqah segenggam atau setengah genggam tepungnya."
10) Apa kiranya perasaan Sa'd ibn Abi Waqqash saat Nabiﷺ bersabda, "Panahlah duhai Sa'd, panahlah! Ayah & Bundaku sebagai tebusan bagimu"?
11) Apa kiranya perasaan Mu'adz ibn Jabal, di saat RasuluLlahﷺ bersabda padanya, "Wahai Mu'adz, demi Allah, aku benar-benar mencintaimu"?
12) Apa kiranya perasaan Ibn 'Abbas, saat Nabiﷺ merengkuh & mencium kepalanya lalu berdoa, "Ya Allah faqihkan dia & ajarkan tafsir padanya"?
13) Apa kiranya perasaan Ubay ibn Ka'b, saat Nabiﷺ berkata padanya, "Allah memerintahkanku tuk membacakan Surat Al Bayyinah ini kepadamu".
14) ..hingga dengan wajah berseri-seri dia bertanya, "Ya RasulaLlah; benarkah Allah menyebut namaku kepadamu?" & Nabiﷺ menjawab, "Benar!"?
15) Apa kiranya perasaan Abu Musa Al Asy'ari, di saat Nabiﷺ bersabda, "Esok datanglah menjumpaiku, aku ingin mendengarkan bacaan Quran-mu"?
16) Apa kiranya perasaan 'Aisyah, saat Nabiﷺ menyebut namanya tanpa ragu di urutan pertama, kala ditanya 'Amr siapakan yang paling dicintai?
17) Apa kiranya perasaan Ibn Mas'ud, kala betis kecilnya ditertawakan; maka Nabiﷺ bersabda, "Betis itu di sisi Allah lebih berat dari Uhud"?
18) Apa kiranya perasaan 'Ukasyah, saat disebut 70.000 orang masuk ke surga tanpa hisab & Nabiﷺ berkata, "Engkau termasuk di antara mereka"?
19) Apa kiranya perasaan Bilal ibn Rabah, saat Nabiﷺ bersabda, "Ceritakan padaku hai Bilal, 'amal apakah yang paling kau jaga dalam Islam..
20) ..sebab sungguh aku mendengar bunyi terompahmu di surga?", lalu dia menjawab tersipu, "Menjaga wudhu' & dua raka'at syukur atas wudhu'"?
21) Apa kiranya perasaan orang-orang Anshar, di kala Nabiﷺ bersabda, "Jika manusia memilih jalan melalui sebuah lembah, sedang kaum Anshar..
22) ..mengambil suatu celah, niscaya aku turut serta di celah yang dilalui para Anshar. Ya Allah rahmatilah Anshar & anak-cucu kaum Anshar"?
23) Apa kiranya perasaan para sahabat semuanya, yang mereka berjumpa Nabiﷺ pada petang & pagi, berjalan mengiringi, beroleh senyum & doanya?
24) Yang lebih penting & jelita dari itu semua; bagaimana dengan kita? Apa kiranya perasaan kita saat kelak bertemu Nabiﷺ & para sahabatnya?
Langganan:
Postingan (Atom)

