Kultwit Ustadz @salimafillah
1) Para kanda mahasiswa itu hadir ke sekolah kami; dalam acara
kerohanian bagi murid baru. Para alumni ini; shalih, rapi, &
berprestasi. #ks
2) Konon meski telah lulus, mereka rajin sowan menghadap ke rumah para
guru; menghaturkan bakti, menyimak ilmu, nasehat, & pengalaman. #ks
3) Tak heran, Ayahanda Kepala Sekolah & para pembina amat
mempercayai & membanggakan mereka; mengundang mereka tuk membina
adik-adiknya. #ks
4) Saya; jebolan pesantren yang serba tanggung dalam ilmu; takjub akan
semangat mereka mendalami Islam, mengkaji, & beramal dengannya. #ks
5) Saya; yang masih duduk di awal kelas I SMA; merasa menemukan
kakak-kakak yang 'amat dewasa' dalam beragama; tecermin dari akhlaqnya.
#ks
6) Ya; ketika mereka mengajak kami Tilawah Quran; sesekali kami harus
'lancang' membetulkan bacaannya; & mereka lapang dada menerimanya.
#ks
7) Para kanda mahasiswa itu pandai menempatkan diri sebagai 'kawan
sebaya' dalam mengilmui Islam & mengamalkan nan diilmui bersama
kami. #ks
8) Perjumpaan di program penyambutan & pembinaan awal itu berkesan
di hati. Setelahnyapun, mereka sering tampak hadir di sekolah kami. #ks
9) Selalu ada raut bangga dari para guru kami saat mereka datang; pujian
& himbauan agar kami mengikuti jejak mereka kerap terdengar. #ks
10) Satu saat, salah seorang dari para kakanda itu menemui saya &
menawarkan; apa berkenan jika pembinaan berlanjut secara intensif? #ks
11) Saya, dengan semangat mengiyakan. Saya merasa ini jalan tuk memenuhi
amanah guru saya di pesantren; Allahuyarham KH Mu'tamid Cholil. #ks
12) Beliau dulu berpesan; "Di manapun kamu; imani, ilmui, amalkan, &
dakwahkan Islam ini; sabari jalannya dengan bersama orang shalih." #ks
13) Maka saya menghimpun beberapa kawan. Jadilah kami melingkar setiap
pekan; belajar Islam dibimbing beliau; sebut saja 'Kanda Sejati'. #ks
14) Sebagai catatan; kini, 15 tahun kemudian, kami terpisah ke segala
penjuru; tapi ukhuwah yang Kanda Sejati rajutkan tak pernah padam. #ks
15) Kami dikenalkan dengan Tilawah, Tazkiyah, & Ta'limul Kitab was
Sunnah; tugas Rasul dalam mengajar ummat yang pula pewarisnya emban. #ks
16) Kami selalu memulai jumpa dengan bacaan Quran, setor hafalan,
mengkaji aneka madah dari 'Aqidah hingga Fiqh bersuasana kekeluargaan.
#ks
17) Lalu ada taushiyah yang digilir tugasnya, disusul berbagi kabar
gembira maupun duka, serta muhasabah yang kadang mengundang airmata. #ks
18) Saya selalu merindui pertemuan itu; bukan hanya karena tambah ilmu;
tapi bagi saya, ia benar terasa sebagai perjumpaan karena iman. #ks
19) Menjelangnya selalu terngiang Mu'adz atau Ibn Mas'ud yang sesekali
berkata, "Saudaraku, mari sejenak duduk, mari sejenak beriman." #ks
20) Dalam hadits; ialah majelis dzikir yang malaikat mengerumuninya lalu
melapor pada Allah. Yang hanya mampir sekalipun beroleh berkah. #ks
21) Sungguh terasa; ialah tempat dicurahkan rahmat, dinaungkan sayap
malaikat, diturunkan sakinah, & para pesertanya dibanggakan Allah.
#ks
22) Berjumpa Kanda Sejati adalah nikmat bertemu orang shalih; sinar
wajah, kata, & geraknya; semua mengilhami kami dalam ibadah &
'amal. #ks
23) Entah kaset, majalah, atau buku, kadang makanan & minyak wangi;
Kanda Sejati sering membawakan kami buah tangan yang mengesan hati. #ks
24) Agaknya, beliau tak alpa memantau kami. Sering masalah kawan
sekelompok yang kami belum saling tahu; beliau telah mencarikan solusi.
#ks
25) Kawan yang tak cerita apapun tentang keluarganya terkejut saat Kanda
Sejati bersama kami tetiba muncul di RS tempat ayahnya dirawat. #ks
26) Seorang kawan lain heran dengan biaya sekolahnya; ternyata sudah
dibayarkan Kanda Sejati yang diam-diam ajak kami iuran membantunya. #ks
27) Kawan yang berbeda tersipu malu, saat ditepuk bahunya oleh Kanda
sambil senyum di RS; kala menunggui akhwat pujaannya yang sakit;D #ks
28) Ya, hanya senyum. Itu nasehat beliau untuk yang masih melanggar
larangan berduaan meski tahu ilmu. Petuah tanpa kata itu menghunjam. #ks
29) Saya pula pernah diusir pulang dari acara menginap yang disebut
Mabit; karena Kanda tahu Ibu saya sakit, tapi saya memaksakan pergi. #ks
30) Kanda Sejati berjuang memperlakukan kami dengan hikmah;
masing-masing sesuai kekhasannya, seakan dialah yang paling mengenal
kami. #ks
31) Saya selalu takjub & bertanya; tentang segala biaya, tenaga,
& waktu Kanda Sejati yang berharga; yang beliau korbankan bagi kami.
#ks
32) "Sebab jika kalian kelak jadi pejuang Islam", ujarnya satu hari
sambil berkaca-kaca menatap kami, "Saya berharap memegang sahamnya." #ks
33) Berat sekali. Tapi kesungguhannya membimbing kami membuat kami tak
ragu bahwa Kanda Sejati pantas disebut sebagai "Sang Murabbi!" #ks
34) Begitulah, meski kami belum laik menjadi 'mutarabbi' baginya;
sungguh saat-saat bersama beliau adalah hari terindah di masa sekolah.
#ks
35) Di kelas III, beliau minta kami tuk mulai pula membina; sebab
perbaikan diri akan terjaga dengan mengajar sembari belajar, katanya.
#ks
36) Memang terasa ada kefahaman berlipat saat kami mulai jadi pembina
adik-adik kelas. Rasa malu pada mereka, melecut pula ilmu & 'amal.
#ks
37) Ialah percepatan bagi kami; didikan pendewasaan yang diarahkan Kanda
Sejati, dengan teladan membina yang beliau torehkan selama ini. #ks
38) Pergaulan dengan Kanda Sejati membuat wawasan dunia Islam &
antarbangsa kami juga meluas. Tentang Palestina, 'Iraq, hingga Amerika.
#ks
39) Bagaimana dengan politik? Kanda Sejati hanya selalu menekankan
kemenyeluruhan Islam nan sempurna, mengatur pribadi hingga bernegara.
#ks
40) Dari Kanda Sejati kami kenal nama Rahmat 'Abdullah, @hnurwahid,
& @anismatta misalnya; tapi hanya karena tulisan mereka dikutipnya.
#ks
41) Sungguh tak pernah Kanda Sejati melanggar 'kesucian' wiyata mandala
sekolah kami, dengan membicarakan pilihan politiknya, misalnya. #ks
42) Kami hanya menduga-duga, mungkin di Pemilu lalu, Kanda Sejati
memilih partainya Rahmat 'Abdullah, @hnurwahid, & @anismatta itu;
PK. #ks
43) Kami kian suka juga dengan tulisan-tulisan tokoh yang sering dikutip
Kanda Sejati; kala itu kami baca dari Majalah Tarbawi misalnya. #ks
44) Satu hari, Kanda Sejati hanya memberitahu kami, bukan mengajak;
bahwa akhir pekan nanti KH Rahmat 'Abdullah akan hadir ke kota kami. #ks
45) Ketika saya & kawan lain memutuskan ikut acara yang bingkainya
umum itu; bukan kepartaian; beliau ada di sana. Hanya tersenyum saja.
#ks
46) Saat @anismatta, Sekjen PK hadir beracara di Jogja; kami tahu dari
pamfletnya. Itu acara Partai; & Kanda Sejati tak mengabari kami. #ks
47) Tapi lagi-lagi; ketika kami hadir ke acara itu dengan niat cari
ilmu; Kanda Sejati ada di sana; jadi panitia; & cuma tersenyum pula.
#ks
48) Kami lalu berfikir, jika partai ini telah memberi hadiah pada kami
berupa sosok sedahsyat Kanda Sejati; betapa bagus pengkaderannya. #ks
49) Kami lalu berfikir; jika di partai ini banyak sosok seperti Kanda
Sejati; betapa ia layak untuk menjadi tumpuan masa depan negeri. #ks
50) Partainya Kanda Sejati ini aneh; kegiatannya Tatsqif untuk
pembekalan ilmu agama, bakti sosial, berbagai layanan dakwah &
keummatan. #ks
51) Kian saya banyak mengenal para kadernya; saya merasa bertemu ratusan
sosok semacam Kanda Sejati; meski berbeda karakter khasnya. #ks
52) Orang-orang ini tetap menjadi dirinya; hanya dicelup dengan
'Tarbiyah' hingga terbentuk kepribadian Islami & kepribadian
dakwahnya. #ks
53) Sejak itu rela hati saya libatkan diri ke aneka kegiatan Partai ini.
Dengan alami; tak disuruh Kanda Sejati; saya merasa jadi kader. #ks
54) Bagaimanapun, Kanda Sejati adalah jalan hidayah saya sebakda para
Kyai di Ma'had; ia yang mengenalkan dakwah & perjuangan tuk Islam.
#ks
55) Maka jalan hidayahnya Kanda Sejati; wadah di mana beliau digembleng,
sangat layak jadi pilihan saya tuk ikut berjuang dalam Islam. #ks
56) Kala itu, sedikit-banyak saya telah pula mengenal berbagai jama'ah
yang juga berjuang untuk Islam dengan aneka kebaikan pada mereka. #ks
57) Tapi berulang kali menimbang, Partainya Kanda Sejati menjadi pilihan
utama saya melabuhkan 'amal yang tak seberapa; karena cinta;) #ks
58) Mungkin setelah melihat kemantapan saya; satu malam, Kanda Sejati
mengajak saya ke sebuah forum bersahaja yang tak asing rasanya. #ks
59) Sama dengan yang saya ikuti dengan beliau sebagai murabbinya; hanya
saja, di rumah Ustadz itu rupanya Kanda Sejati jadi 'mutarabbi'. #ks
60) Akhirnya; di hadapan seorang Ustadz yang teduh, lucu, bijak, &
bicara ngapak, saya dikukuhkan sebagai kader Partainya Kanda Sejati;)
#ks
61) "Konon memandang gunung itu lebih indah jika dari kejauhan saja",
nasehat beliau malam itu. Bersama waktu, saya menangkap maksudnya. #ks
62) Iya. Kala telah berada di dalam, tentulah saya menemukan ada banyak
ketidaksempurnaan. Kanda Sejati & yang lainnya tetaplah manusia. #ks
63) Mereka ada salah & lupa. Tapi semua ketaksempurnaan itu terbayar
oleh kebersamaan juang yang berasas kebenaran, kebaikan, keindahan. #ks
64) Sayapun dipindahbinakan beberapa kali, aneka watak Murabbi saya
akrabi, tapi semua adalah 'Kanda Sejati'. Amat banyak Kanda Sejati. #ks
65) Meski banyak pula empedunya, madu sebelanga yang ada di Partai Kanda
Sejati tak habis-habis manisnya. Izinkan menyebut sebagiannya. #ks
66) Tertugas jadi relawan ke daerah bencana; Kanda Sejati telah mengatur
agar para istri sekelompok binaan membantu yang ditinggalkan. #ks
67) Jika perlu membelanjakan; atau mengantar anak ke sekolah sekalian.
Kanda Sejati menjadikan kelompok mengaji sebagai keluarga hakiki. #ks
68) Di situ rukun ukhuwah; saling mengenal, saling mengerti, saling
menolong, saling menanggung, & berlomba mendahulukan hajat saudara.
#ks
69) Salah satu Kanda Sejati; saat itu menjabat Wakil Ketua DPRD &
setia dengan motor tuanya; membimbing kami memahami dakwah bernegara.
#ks
70) Bahwa kita bercita mewujudkan Maqashidusy Syari'ah, yang
dharuriyatnya telah diambil sebagai dasar negara oleh para Bapak Bangsa.
#ks
71) Mereka merumuskan pancasila; Menjaga Agama dengan ketuhanan esa;
Menjaga Jiwa dengan kemanusiaan; Menjaga Turunan dengan persatuan.. #ks
72) ..Menjaga Akal dengan hikmat kebijaksanaan, serta Menjaga Hak Milik
Insan dengan keadilan sosial. Kini tugas kita tuk mewujudkannya. #ks
73) Dan kami jadi saksi, selama menjabat dengan bersahaja; beliau
perjuangkan kebijakan & penganggaran pada kesemua tujuan syari'at
itu. #ks
74) Menjadi kader Partai Kanda Sejati juga membuat saya banyak
mengunjungi kegiatannya di sudut negeri; menatap benih kebajikan tumbuh.
#ks
75) Dalam tema 'Pengarus-utamaan Keluarga', saya jadi saksi betapa
Partainya Kanda Sejati amat memikirkan pondasi masa depan negeri ini.
#ks
76) Demi generasi; mereka selenggarakan pembekalan pranikah, pelatihan
kompetensi suami-istri; hingga keibu-ayahan, & pendidikan anak. #ks
77) Di sela-sela tugas daerah itu; saya sowan berkunjung pada banyak
Kanda Sejati; menyimak & takjub, bangga & syahdu, menangis &
haru. #ks
78) Bahwa para Kanda Sejati seperti pernah ditulis Yunda @helvy &
rekan 'Bukan di Negeri Dongeng'; masih terus ada & tak henti
berbakti. #ks
79) Jika media kurang tertarik meliput bakti mereka; sebab mungkin bagi
yang banyak kebaikannya, keburukanlah yang mencolok jadi berita. #ks
80) Dan citra buruk yang kian tertampil di hari-hari ini dengan izin
Allah; moga tetap tanda cintaNya; lecut baginya tuk terus berbenah. #ks
81) Sebab kita semua percaya, dakwah Kanda Sejati ini milik Allah; Dia
yang akan menjagaNya; Dia yang akan memilih & memilah tentaraNya.
#ks
82) Seperti pasukan Thalut; akan tiba masa yang 'minum dengan lahap'
dipinggirkan Allah dari perjuangan. Tamak itu melahirkan kelemahan. #ks
83) Yang akan teguh adalah mereka yang berkeyakinan; "Amat banyak
kelompok sedikit mengalahkan golongan yang banyak, dengan izin Allah."
#ks
84) Moga kita dijaga tuk selalu mengimani; bahwa kejujuran &
keadilan jauh lebih mampu mengundang pertolongan Allah dari harta &
kuasa. #ks
85) Ini mula-mula yang harus dididikkan Partainya Kanda Sejati pada saya
& semua kader lainnya; "Hiya liLlah, la lilkursi wa la liljah!" #ks
86) Agar kami senantiasa tak cuma berpatokan perilaku benar & halal;
melainkan juga bersikap & bergaya yang patut, mulia, lagi terpuji.
#ks
87) Inilah pula jadi kewajiban Partainya Kanda Sejati tuk dididikkan
pada rakyat; jadi warga sejati; tak mudah dibeli berujung dikibuli. #ks
88) Pula harus ditanamkan oleh Partainya Kanda Sejati; seluruh warga
bangsa berhak atas rahmat dakwah, & kaum muslimin raih mahabbahnya.
#ks
89) Dengan tetap bernasehat; cinta pertama tetap menambat saya.
BismiLlah, 9 April nanti insyaaLlah #SayaPilihPKS; Partai Kanda Sejati.
#ks
90) Mungkin di antara Shalih(in+at) ada yang kecewa mengapa saya
berkampanye begini. Maafkan kami, hidup sering mengharuskan memilih. #ks
91) Ini barangkali hanya tahadduts binni'mah; mengkhabarkan kenikmatan
yang saya rasakan; yang saya ingin jua semua sempat merasakannya. #ks
92) Semoga termasuk tanda iman; saya mencintai & mengharapkan untuk
saudara-saudara saya, apa yang saya cintai untuk diri saya sendiri. #ks
93) Betapa saya amat bersyukur, dipertemukan dengan Para Kanda Sejati;
ingin sebersyukur Gurunda @felixsiauw yang lalu berjuang di HTI;) #ks
94) Sesiapa yang jadi jalan hidayah kita, tetaplah anugrah Allah yang
takkan begitu saja kita kesampingkan dari doa, kata, & 'amal kita.
#ks
95) Maka saya khabarkan tentang mereka; Para Kanda Sejati saya dalam
Islam; yang secara politik berhimpun membawa Cinta, Kerja, Harmoni. #ks
96) Kalaupun ada di antara mereka yang telanjur cacat di mata
Shalih(in+at); moga masih ada nama lain yang layak tuk
diprasangkabaiki;) #ks
97) Masih banyak insyaaLlah Kanda Sejati yang ingin berbakti pada
Shalih(in+at) & negeri ini; "Apapun Yang Terjadi Kami Tetap
Melayani". #ks
98) Akhirnya; maafkan Salim yang lancang berbagi dengan kebodohan &
kelemahannya ini; doakan selalu dia mampu mempertanggungjawabkannya. #ks
99) Tamat pernyataan ini; dari hamba Allah yang tertawan dosanya, santri
tertahan kejahilannya, & jauh dari citanya jadi 'Kanda Sejati'. #ks
Salam penuh cinta tuk Para Kanda Sejati :)