sebersit keinginan tuk meninggalkan jejak kebaikan. butiran ilmu. dan goresan kenangan. Karna hidup tak kan abadi. Namun cita dan karya bergelut melewati zaman.
Sabtu, 22 Februari 2014
PERSEPSI
Yang pertama merenung dalam hati, ia baru saja membangun sebuah salah satu dinding bagian bangunan itu
Kemudian yang kedua pun merenung dan bersyukur, katanya dalam hati "puji syukur padaMu ya Rabb, hambaMu sedang membangun rumah ibadah yang kan menjadi tempat para hamba Mu bermunajat kepada MU.
Dan kawannya yg terakhir pun merenung dengan goresan air muka yg kelelahan namun penuh kesyukuran. dalam hatinya ia bergumam " Ya Rabb, saksikanlah, hambaMu sedang membangun sebuah peradaban. Yang kan memimpin manusia menuju cahaya Mu. Mengisi dunia dengan keadilan dan turunnya berkah dari langit."
Minggu, 16 Februari 2014
Cerpen >> Melukis cinta 2
Salah satu judul cerpen yang menyentuh hati saya ini, ialah tentang seorang yang sedang menjalani perawatan di sisa hidupnya. Namun masih saja hatinya tak mau berhenti dari menyeru kepada kebaikan. Lewat mata dan tangannya yg masih bisa digunakan dengan baik, seorang gadis itu mencoba menyeru kepada kebaikan. Sampai suatu ketika, didalam dumai(dunia maya) ia bertemu dengan seorang yg sedang mencari kebenaran. .... dan seterusnya ya. heheheh
dan Insyaallah cerpen ini akan menjadi target tuk dicari di IBF tahun ini :)
Masih tentang cinTa
"ukhuwah itu seutuhnya tentang rindu. Yang membuat tak sabar untuk bertemu, membuat terasa rugi jika tak berbagi.
Ini adalah tentang hati. Hati yang terikat atas dasar keimanan kepada Allah. Rasa cinta itu hadir karena ada kecintaan kepada Allah
Tentang doa-doa yang saling bertaut, ia adalah tulus yang menjelma. Ia terasa rumit untuk diungkapan namun nyata dalam kata sederhana. Ia dalam untuk diselami karena ia adalah iman yang pernuh makna."
Inginku
Jika kelak akulah yg trpilih menjadi imam yang menuntun setiap langkahmu,
kan kubaktikan diriku sebagai tulang punggungmu.
Jika kelak suatu hari nanti akulah yang ditakdirkan menjadi pendamping hidupmu,
aku akan siap menjadi pelabuhan dalam dermaga cintamu.
aku akan siap menjadi sandaran
disaat kau penat dengan segala aktivitas yang melelahkanmu.
disaat kau lelah mengurusi anak-anakku
kan ku tumbuhkan terus rasa cinta tanpa lelah,
walau mungkin suatu saat kau akan jemu tuk memberi perhatian dan cinta untukku.
Jika kelak atas izin_Nya akulah yang menjadi pelengkap sela-sela jarimu
Akan kubuat cemburu para raja dengan kesederhanaan cinta.
Duhai calon permaisuriku akan kucari engkau dalam sujud istikharahku.
Hingga saat itu tiba;
Ya Rabb, ajarkanlah padaku kesabaran yang kau ajarkan pd Rasul Ulul Azmi
Ajarkanlah kelembutan hati yang kau ajarkan pada sahabat Rasul-Mu Abu Bakar
Ajarkanlah kebijaksanaan yang kau ajarkan pada sahabat Rasul-Mu umar
Ajarkanlah kedermawanan yang kau ajarkan pada sahabat Rasul-Mu Ustman
Ajarkanlah mencintai seperti cintanya ali pada fatimah
Ajarkanlah kesederhanaan yang kau ajarkan pada sahabat Rasul-Mu Bilal
Lebih dari itu ajarkanlah padaku sifat-sifat mulia Rasul-Mu. Muhammad;
Agar tak tersia aku menikah.
Agar utuh aku menjadi bagian dari ummatnya.
By : Tausiyah Cinta
Dialog Dua Insan
1. maukah engkau menjadi istriku dan kelak ibu bagi anak-anakku? | "pertanyaan itu aku tak tahu jawabannya sekarang, mungkin nanti.."
2. bukan bermaksud memaksa namun jawabmu adalah penenang bagi hatiku | penghapus asa bila tidak dan penambat harap bila iya
3. "kita tidak saling mengenal" | benar, namun siapapun yang mengenal Tuhannya akan saling mengenal
4. "engkau belum mengetahui semua tentang diriku" | benar, namun sebagian kecil yang sudah kuketahui sudah cukup bagi diriku
5. "engkau dan aku berbeda segala-galanya" | biarlah perbedaan jadi penambah rahmat, asalkan sama-sama kita dalam taat
6. "entahlah aku belum pasti, aku belum yakin" | ini pernikahan yang kita berdua belum pernah menjalaninya, kita sama dalam rasa
7. "bila nanti kita hidup susah?" | susah bersamamu dalam taat akan jadi cerita indah, nikmat maksiat sekarang akan jadi sesalan musibah
8. "aku takut, ragu, gundah" | ragu, gundah, takut, risau itu ujian, sedangkan pengetahuan itu obatnya, bertanyalah pada-Nya
9. "mengapa harus aku?" | tidak harus engkau, hanya saja manusia bisa memilih, dan akupun juga boleh memilih
10. "apa yang engkau harapkan dariku?" | mempercayaiku dalam jalan Allah, mendukungku dalam taat, patuh padaku dalam syariat, itu cukup
11. "bila satu saat aku membantahmu?" | aku mungkin akan marah, namun aku akan bersabar padamu, aku haramkan tanganku atas wajahmu
12. "bila satu saat aku mengecewakanmu?" | Rasulullah mengajarkan berbaik padamu, mengajarmu dengan lisan Al-Qur'an dan sunnah Nabi
14. "apa yang engkau larang dariku?" | semua yang dilarang Rasulullah saw
15. "bagaimana engkau memperlakukan diriku kelak?" | aku akan memperlakukanmu sebagaimana ayahmu menjagamu, menyayangimu, mendidikmu
16. bagaimana denganmu? apa yang engkau pinta dariku? sekarang dan kelak? | "dengarkan hamba Allah.."
17. "uang, harta, kemewahan, popularitas, semua bukan sebabku menikah, namun taat, patuhlah pada Allah | maka akupun padamu begitu"
18. "bila ada bagian dunia yang Allah titipkan padamu maka jadikanlah ia bagian dakwah | kita hidup hanya sementara dan tak lama"
19. "bila ada panggilan Allah maka tinggalkanlah aku | InsyaAllah aku berharap ada waktu bersamamu selama-lamanya nanti"
20. "aku akan mendukungmu saat ada disampingku | mempercayaimu saat engkau terpisah dariku"
21. "percayakan bagiku anak-anakmu untuk kujaga dan kudidik | begitu juga harta dan kehormatanmu aman bersamaku"
22. "jadilah lelaki pemberani menghadapi manusia tapi takutlah pada Allah | muliakan aku sebagaimana engkau muliakan
23. "jangan kecewakan amanah dari ayahku | didiklah aku, peringatkan aku | namun mohon dengan lisan kelembutan"
24. "jangan cintai aku karena aku bisa saja berubah | cintai Tuhanku dan minta Tuhanku untuk mengajariku mencintaimu"
25. "sesungguhnya aku hendak membuat bidadari-bidadari surga cemburu kepadaku | maka bantulah aku..."
Untukmu Sahabat
Salah satu cinta yg perlu kita syukuri ialah kehadiran sahabat teman berjuang. Padanya kita bercermin, mengambil mata air, meneguk cangkir hikmah.
Dengannya kita bersama berjuang menggapai cita akhirat. ingatkah kita cinta Sahabat Abu Bakar as Sidiq kepada baginda Rasulillah, takkalah bahunya menjadi sandaran sang kekasih tuk istirahat sejenak, dan kakinya ia tutupkan pada sebuah lubang didalam gua tsur, karna kwatir ada serangga beracun yg kan menyakiti kekasih Allah itu. Ketika sebuah serangga menggigit kakinya, begitu perih dan ngilu terasa, namun ia enggan tuk bergerak karna takut mengganggu istirahat kekasih Allah tsb.
Ingatkah ketika murid murid Imam Syafii bertanya kepada gurunya "kenapa guru sering mengunjungi Ahmad di bagdad, padahal engkau gurunya sedangkan ia muridmu?. dengan senyum merekah, Imam Syafii menjawab "Jika ahmad mengunjungiku itu karna kemurahan hatinya, sedang jika aku mengunjunginya itu karna kemuliaan yang ada pada dirinya"
Sedang Imam ahmad ditanya oleh anaknya, "ya abati, kenapa kau tak pernah lalai mendoakan seorang yg bernama syafii, siapakah ia ya abati?. dengan penuh cinta, sang ayah menjawab " syafii itu bagai mentari di kala siang, bagai obat bagi semua luka. siapakah yang tidak membutuhkan itu"
Bersyukurlah kawan, jika engkau memiliki sahabat yang membantumu di jalan menuju surga. Jaga ia, doakan ia dalam tiap tiap sujudmu. Karena boleh jadi, keberhasilan kita saat ini karena doa mereka.
Wallahu'alam bis shawab
Dibumi Allah swt
16 Rabiul Akhir 1435 H
16 Februari 2014 M
Sabtu, 15 Februari 2014
Ketika cinta menyapa
Salah mempersepsikan cinta membuat kebanyakan kita hanyut dalm resah dan gelisah. Mari luruskan maknanya, kelak kau kan dapat bahagia yg disangka. Karunia yg terindah. Searching searching tentang cinta. Eh dapat tulisan bagua nh di bersamadakwah.com . met menikmati
Ketika Allah Mengirim Cinta
Diposkan oleh Kembang Pelangi pada Selasa, 19 Maret 2013 | 17.00 WIB
Tidak harus kau!
Tapi, aku hanya malu bertemu Tuhanku dalam keadaan masih membujang
(Sakti Wibowo : Sepasang Merpati Berkalung Safir)
Lupakan. Lupakan cinta yang tidak akan bersemi di pelaminan. Demikian, ustadz Anis Matta menulis di Serial Cinta miliknya. Sebab tidak ada cinta tanpa pernikahan. Cinta tanpa temu fisik hanya akan mewariskan penderitaan bagi jiwa. Mencintai itu menikahi. Itulah yang beliau sampaikan.
Masih ingat kisah cinta Nurul dan Fahri dalam Ayat–ayat Cinta nya Kang Abik. Atau mungkin kisah cinta antara Tiara dan Fadhil di Ketika Cinta Bertasbih lebih dikenal. Bukan hanya karena ditulis oleh novelis yang sama yakni Habiburrahman El Shirazy. Namun pesan moral yang coba penulis sampaikan pada para pembacanya. Tak selamanya ujung akhir cinta itu selalu indah. Tak jarang mimpi para pecinta harus luruh, tunduk pasrah pada kehendak takdir Yang Kuasa. Yang mungkin ceritanya bakal jauh lebih indah dari yang mereka sangka.
Sebagaimana terjadi pada banyak wanita, Nurul dan Tiara mungkin tak memilih. Namun dalam hidup selalu ada pilihan, Menikahi orang yang dicintai atau mencintai orang yang dinikahi. Salim A. Fillah menyebut, yang pertama hanyalah kemungkinan. Sedangkan yang kedua adalah kewajiban. Dalam buku Bahagianya Merayakan Cinta, beliau menggubah selarik puisi.
Ada dua pilihan ketika bertemu cinta
Jatuh cinta dan bangun cinta
Padamu… aku memilih yang kedua
Agar cinta kita menjadi istana… tinggi menggapai syurga
Keduanya dalam kondisi yang sama. Menunggu detik-detik menjelang akad nikah dengan lelaki yang tak mereka cintai. Keduanya berkeras bahwa tidak akan mudah atau bahkan tidak akan bisa memberikan hati yang sudah diisi dan ditempati oleh orang lain. Keduanya tunduk pasrah tanpa upaya dan menjadikan cinta sebagai penguasa hingga tanpa sadar merasa sulit menerima yang lebih indah, lebih halal dan lebih agung bagi mereka.
Dalam bukunya, Salim A. Fillah mengutip judul buku yang indah dari Ukhti Izzatul Jannah, Karena Cinta harus Diupayakan. Beliau mengungkapkan bahwa Allah mengajari kita untuk mengupayakan cinta. Seperti cinta kita padaNya yang tidak datang dengan sendirinya. Ia datang dengan iman. Iman datang karena hidayah. Hidayah datang karena menjemput karuniaNya. Dan sebelum itu ada ikhtiar. Jika cinta pada yang Maha Agung adalah buah dari ikhtiar. Maka, mengapa kita tak mengupayakan cinta kita pada dia yang dihalalkan untuk kita. Dan justru lebih memilih terbelenggu oleh cinta yang tak dihalalkanNya. Astaghfirullah …..
Beliau juga menambahkan, sering ia mengatakan pada para ikhwan, “Antum bebas jatuh cinta pada akhwat manapun, berapapun banyaknya, malah kalau bisa sebanyak-banyaknya. Tapi harus jadi gentle dan sportif!, Kalau ada ikhwan atau lelaki lain yang lebih siap datang mendahului menjemput sang angan pengisi sepi… jangan menangisi nasib diri! Persilahkan dengan gagah bahkan… bantu dengan segenap pengorbanan jika perlu!“
Begitupun pada para akhwat hal yang sama berlaku “Antunna bebas mencintai ikhwan manapun. Tetapi kalau seseorang yang berbeda nama, yang baik akhlaqnya dan agamanya datang… sedangkan antum tidak memiliki alasan syar’i untuk menolak… jangan pernah sekali-kali antum menghindar…”
Pada akhirnya jika boleh dikata sebagai mana syair milik Sakti Wibowo yang dikutip diatas “Tidak harus kau… Tapi, aku hanya malu bertemu Tuhanku dalam keadaan masih membujang .” Maka teruntuk para ukhti… tak harus dengan sebuah nama yang sudah tersimpan rapi dalam hati. Tapi amat baiklah jika memilih sebuah nama yang menghampiri anti dengan gagah berani. [Kembang Pelangi]




